"Pak Sultan itu berbeda dengan JK. Pak Sultan mengumumkan duluan di Pisowanan Agung sebagai capres, baru kemudian datang surat ke kami," kata Ketua Faksi Partai Golkar Priyo Budi Santoso di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (28/1/2009).
Sedangkan JK, lanjut Priyo, datang baik-baik ke kediaman mantan Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung dan menyatakan mundur dari konvensi Partai Golkar. JK juga menuliskan surat yang menyatakan mundur dari konvensi karena dipinang sebagai cawapres.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Priyo tidak menjelaskan apakah Partai Golkar akan memberikan sanksi terhadap Sri Sultan.
"Kami tidak akan nggondeli (mempertahankan) tokoh-tokoh yang meragukan untuk partai, karena kita sudah pasti ingin meraih tiket pemenangan pemilu," katanya. (nal/iy)











































