"Pemahaman PDIP sebagai partai oposisi ternyata masih banyak yang belum dipahami secara jernih. Tentang istilah, kan wajar-wajar saja sebagai bagian dari komunikasi politik dari partai oposisi. Istilah yoyo adalah bahasa rakyat, agar mudah dipahami masyarakat," kata Tjahjo pada detikcom, Selasa (27/1/2008).
Menurut ketua FPDIP DPR ini, mengkritisi kebijakan pemerintah merupakan hak dari setiap warga negara. Apalagi PDIP sebagai partai oposisi yang sudah mendeklarasikan diri berada di pihak rakyat.
"Adalah wajar di alam demokrasi sekarang ini kritik mengkritik itu. Apalagi kritik dari partai oposisi PDIP semua berdasarkan data dan fakta, tidak asal kritik," kata Tjahjo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harusnya pemerintah gembira masih ada partai oposisi yang selalu mengkritik. Setidaknya langkah mengkritik itu bisa dijadikan kontrol dan evaluasi tentang kebijakan pemerintah yang keliru,"pungkas Tjahjo.
Dalam sambutannya membuka acara Rakernas PDIP di Solo, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyentil kebijakan pemerintah SBY. Pemerintah dinilai telah menjadikan rakyat seperti permainan anak-anak, yoyo.
Kritik Mega ini lalu membuat elit Partai Demokrat Anas Urbaningrum menyerang Mega sebagai orang panik. Demikian juga dengan elit partai Golkar Firman Subagyo yang menilai Mega seperti penonton bola yang kalau main sendiri hanya bisa longak-longok.
(yid/iy)











































