Sekretaris DPD Papua Barat, Yohana Watofa, misalnya. Dia mengaku belum memiliki calon wapres yang akan diajukan dalam rakernas ini.
"Yang penting dia nasionalis," kata Yohana kepada detikcom usai pengarahan DPP di Ball Room The Sultan Hotel, Jl Ahmad Yani Solo, Selasa (27/1/2009).
Yohana tidak mempermasalahkan apakah calon pendamping Mega berasal dari Jawa atau luar. Tapi dia berharap jika calonnya berasal dari Jawa, kabinet yang nantinya terbentuk harus mengakomodasi semua pihak, termasuk kepentingan luar Jawa.
"Kalau terpilih, kabinet Bu Mega harus mencerminkan kebhinnekaan. Itu saja yang penting," kata dia.
Hal senada disampaikan Ketua DPD Kalimantan Timur, Emir Moeis. Menurut Emir, dirinya sama sekali belum memiliki bayangan sosok yang cocok menjadi cawapres bagi Megawati. "Sampai saat ini belum ada yang sreg," tukas Emir.
Berbeda dengan keduanya, Ketua DPD Jambi Irsal Yunus mengaku sudah mengantongi nama cawapres untuk Megawati. Namun Irsal menolak menyebutkan nama tersebut secara terbuka. "Ini konsumsi internal, bukan umum. Kita akan bahas ini (cawapres) di forum saja," ujar Irsal. (djo/asy)











































