"Dari awal, Pak Prabowo bagi kami itu untuk capres, bukan cawapres. Kami sadar bahwa rakyat sekarang ini butuh pemimpin yang fresh, bukan pemimpin bekas, apalagi yang bekas pemimpin," kata orang kepercayaan Prabowo, Fadli Zon, pada detikcom, Selasa (27/1/2009).
Menurut Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini, Prabowo akan menentukan cawapresnya untuk bersaing melawan SBY dan Mega setelah melihat hasil Pemilu Legislatif 9 April mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk cawapres Pak Prabowo, baru akan kita bicarakan setelah tanggal 9 April, setelah Pemilu Legislatif. Saat ini, kami sedang konsentrasi memenangkan Pemilu Legislatif sehingga bisa mengusung capres dan cawapres sendiri," terang Fadli.
Meski telah mematok posisi capres, lanjut Fadli, bukan berarti Prabowo memutus hubungan dengan para kolega dan kompetitornya. Silaturahmi dan komunikasi politik dengan para pimpinan parpol tetap dijalin guna mengantisipasi situasi terburuk pasca Pemilu Legislatif.
"Target kita, semua kita konsolidasikan untuk tujuan itu. Kita juga melakukan silaturahmi politik kepada kawan maupun lawan politik. Semua ini untuk membangun kedewasaan berpolitik kita," kata Fadli
Saat ditanya mengenai kemungkinan perolehan suara Partai Gerindra yang tidak memenuhi syarat dalam mengajukan capres sendiri, Fadli tak mau berandai-andai.
"Kita tidak mau berandai-andai. Kami yakin semua hasil usaha kami, termasuk hasil survei selama ini yang memposisikan kami di urutan 3 atau 4 besar," elak Fadli.
Bagaimana kalau ternyata Gerindra hanya mendapat 5 persen nanti, kan masih kurang banyak untuk mengajukan capres sendiri? "Kalau threshold, saya yakin Gerindra akan lolos. Kalau soal itu, kita lihat saja nanti," jawab Fadli.
"Yang pasti, politik itu kan dinamis. Semuanya tergantung mandat rakyat. Sampai saat ini kami tetap yakin sebagaimana keyakinan kami bahwa rakyat menginginkan pemimpin baru bukan pemimpin bekas," pungkas Fadli Zon.
(yid/iy)











































