Batik Parang Hijau Tua, Isyarat Sultan Terima Pinangan PDIP?

Batik Parang Hijau Tua, Isyarat Sultan Terima Pinangan PDIP?

- detikNews
Senin, 26 Jan 2009 20:46 WIB
Batik Parang Hijau Tua, Isyarat Sultan Terima Pinangan PDIP?
Jakarta - PDIP kembali menyatakan keinginannya menjadikan Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai cawapres bagi Megawati Soekarnoputri di Pemilu 2009. Namun demikian, Raja Keraton Ngayogyokarto Hadiningrat itu belum juga memberikan jawaban.

Dalam acara pembekalan struktural partai dan calon anggota DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota, PDIP DIY di Gedung Jogja Expo Center, Jl Janti, Senin (26/1/2009), tokoh PDIP Taufiq Kiemas berharap warga PDIP mendukung duet Megawati dan Sri Sultan.

Bahkan dengan lantang, Taufiq memperkenalkan sapaan khusus untuk duet ini yakni Mega- Buwono. Taufiq menilai, duet Mega Buwono sangat ideal. Keduanya sama-sama reformis dan
memiliki latar belakang sosial yang tidak berbeda.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mbak Mega juga anak pejuang. Ngarso Dalem ke X juga anak pejuang. Ngarso Dalem juga reformis, Mbak Mega juga reformis. Apa yang akan dikerjakan, mereka berdualah yang paling tahu," ujar Taufiq.

Bagaimana dengan Sri Sultan. Seperti sebelumnya, Sri Sultan masih terlihat santai menanggapi pinangan terhadap dirinya. Raja Kraton Ngayogyokarto Hadiningrat itu menyatakan dengan tegas menolak atau menerima lamaran tersebut.

Saat dia memberikan pidato sambutan, Sultan menegaskan kedatangan dirinya ke tempat tersebut adalah sebagai Gubernur DIY, tidak lebih. Bahkan agar tidak salah bicara, dia menyampaikan pidato secara tertulis.

"Takut salah kutip, di sini kan banyak wartawan," kilah Sri Sultan.

Secara kasat mata, sikap Sri Sultan pada kesempatan itu memang seolah enggan menanggapi lamaran PDIP. Namun bagi orang-orang yang mengenal baik Sri Sultan, ada beberapa petunjuk yang bisa dijadikan isyarat bahwa dia menerima atau mempertimbangkan dengan baik tawaran PDIP.

Pertama, Sri Sultan mengaku datang sebagai Gubernur DIY padahal acara tersebut digelar pada hari libur. Jadi alasan itu hanya sekadar basa-basi saja. Kedua, dan ini merupakan petunjuk paling kuat, Sri Sultan mengenakan baju batik motif Parang Hijau Tua.

"Baju itu yang digunakan beliau waktu mendeklarasikan diri siap maju jadi capres di Alun Alun Utara Yogya beberapa waktu lalu. Jadi ini jelas sekali kalau beliau pada akhirnya nanti bersedia jadi cawapres untuk Megawati," ujar sumber detikcom yang mengaku mengenal dengan baik kepribadian Sri Sultan.

Sumber tersebut menambahkan, Sri Sultan memang kerang memakai baju batik motif Parang, terutama Parang Rusak, di setiap acara resmi. Batik tersebut terdiri dari berbagai warna, seperti coklat, hitam, merah, atau warna terang lainnya.

"Tapi warna hijau tua yang beliau pakai saat ini sangat istimewa," bisik sumber itu.

Benar tidaknya hal tersebut, tentunya memang belum bisa dipastikan. Yang jelas, saat ditanya usai acara tersebut, Sri Sultan tidak bersedia memberikan pernyataan menerima atau menolak pinangan PDIP.

"Itu kan aspirasi mereka. Saya datang ke sini atau diundang sebagai gubernur," kilah Sri Sultan. (bgs/ndr)


Berita Terkait