"Din itu tokoh unik. Selain tokoh yang banyak berkawan dengan ormas Islam, Din juga sukses menggalang kalangan berbagai agama atau lintas agama. Oleh karena itu apabila poros tengah yang digagasnya itu terwujud, maka ia sangat berpeluang masuk menjadi kandidat RI-1 maupun RI-2," kata pengamat politik dari Indobarometer M Qodari, dalam siaran pers PP Muhammadiyah, Senin (26/1/2009).
Din juga memiliki peluang bersaing dengan kandidat-kandidat, dan akan berhasil menjadi calon alternatif yang bisa menyatukan partai-partai Islam yang dikombinasikan dengan ormas-ormas Islam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menyinggung kemungkina berpasangan dengan capres Partai Gerindra, Prabowo Subianto, Qodari menilai hal itu bisa juga terjadi.
"Untuk mencari pasangan Din masih sangat cair. Dulu di PDIP dia bikin Baitul Muslimin Indonesia (BMI), sehingga mengesankan Din bisa diterima warga PDIP. Bahkan dengan SBY pun beliau sudah sering berkomunikasi. Apalagi JK, Din sudah beberapa kali bertemu," terang Qodari. (ndr/gah)











































