"Industri yang memiliki daya serap tinggi seperti sektor pertanian, pertambangan, dan sektor manufaktur," ujar ketua umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin.
Hal tersebut ia sampaikan di depan peserta Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Buruh di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Sabtu (24/1) malam.
Kehadiran Din kali ini, merupakan ketiga kalinya, setelah sebelumnya juga menghadiri acara pembekalan calon legislatif Partai Buruh di Jakarta dan di Bandung Jawa Barat beberapa waktu lalu.
Dalam pesannya, Din juga mengingatkan, pengangguran dan kemiskinan di negeri ini masih masih persoalan besar bangsa. Hal ini dirasakannya dari keluhan langsung masyarakat dalam setiap kali kunjungan di berbagai daerah pelosok Indonesia yang sering ia lakukan.
"Maka dari itu, pemerintah hendaknya berusaha memaksimalkan penyerapan
tenaga kerja untuk mengatasi hal tersebut. Jika tidak, angka kemiskinan
dan pengangguran akan terus membengkak”, tambahnya.
Setiap tahun, kata Din, ada sekitar 2 juta angkatan kerja baru yang harus diserap. Agar pengangguran bisa terserap, diperlukan angka pertumbuhan ekonomi 10%.
“Informasi yang saya terima, setiap pertumbuhan satu persen, saat ini
hanya mampu menyerap 200 ribu tenaga kerja. Kenyataan ini, tentu sangat
jauh berbeda dibanding saat masa pemerintahan masa lampau, dimana setiap
pertumbuhan satu persen, ternyata mampu menyerap 500 ribu," papar mantan DirJen Binapenta Depnakertrans ini.
(mad/mad)











































