"Iklan itu memang kami yang membuat. Golkar di bawah Pak JK (Jusuf Kalla) selalu ingin menjaga iklim yang kondusif, demokratis dan damai. Iklan ini menunjukkan Golkar ingin memberikan pendidikan politik agar kita jangan bermusuhan. Agar para pemimpin bangsa selalu dihormati dan dihargai," kata Ketua DPP Partai Golkar Firman Subagyo kepada detikcom, Jumat (23/1/2009).
Menurutnya Firman, JK sebagai pemimpin yang berasal dari luar Jawa sangat apresiatif dengan tradisi dan budaya Jawa yang unggah-unguh dan penuh sopan santun. Ucapan selamat ini merupakan bagian dari merealisasikan budaya Jawa yang selalu mengingat jasa-jasa orang lain untuk dijadikan teladan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ucapan selamat dari Parti Golkar ini lanjut Firman, tak akan berhenti pada Mega dan Tutut saja. Jika ada tokoh dan pemimpin bangsa yang lainnya berulangtahun, Golkar juga akan mengucapkan baik melalui media, kiriman bunga maupun cara-cara lain yang memiliki makna pendidikan politik.
"Nanti kalau ada tokoh lainnya yang ulang tahun, kita juga akan kasih ucapan selamat. Karena cita-cita Golkar ini bagaimana mengawal persatuan dan kesatuan bangsa dengan saling menghormati dan mengasihi ini menjadi kesadaran bersama," kata Firman.
"Kami bahkan punya cita-cita mengumpulkan para mantan pemimpin bangsa dan pemimpin lembaga tinggi negara untuk bisa bersma-sama kumpul, cium-ciuman di acara 17 Agustus, melupakan masalah perbedaan untuk bersama-sama memikirkan masalah bangsa, betapa indahnya melihat kebersamaan
itu,"pungkasnya. (yid/anw)











































