Golkar: Iklan Itu untuk Pendidikan Politik

Iklan Ultah Mega

Golkar: Iklan Itu untuk Pendidikan Politik

- detikNews
Jumat, 23 Jan 2009 16:44 WIB
Golkar: Iklan Itu untuk Pendidikan Politik
Jakarta - Iklan ucapan selamat ulang tahun kepada Megawati dan Tutut memang berasal dari DPP Partai Golkar. Tujuannya untuk mengingatkan kepada para pemimpin negeri ini dan semua rakyat Indonesia agar tak melupakan jasa para pendahulunya dan menjaga kekeluargaan dan kebersamaan.

"Iklan itu memang kami yang membuat. Golkar di bawah Pak JK (Jusuf Kalla) selalu ingin menjaga iklim yang kondusif, demokratis dan damai. Iklan ini menunjukkan Golkar ingin memberikan pendidikan politik agar kita jangan bermusuhan. Agar para pemimpin bangsa selalu dihormati dan dihargai," kata Ketua DPP Partai Golkar Firman Subagyo kepada detikcom, Jumat (23/1/2009).

Menurutnya Firman, JK sebagai pemimpin yang berasal dari luar Jawa sangat apresiatif dengan tradisi dan budaya Jawa yang unggah-unguh dan penuh sopan santun. Ucapan selamat ini merupakan bagian dari merealisasikan budaya Jawa yang selalu mengingat jasa-jasa orang lain untuk dijadikan teladan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pak JK, meski beliau itu orang luar Jawa, tapi sopan santunnya seperti orang Jawa. Kalau tahu Ibu Megawati ultah, Mbak tutut ultah, yang kebetulan keduanya putri mantan orang yang berjasa dan banyak berkiprah dalam perpolitikan nasional, apa salahnya kita beri ucapan selamat," jelas Firman.

Ucapan selamat dari Parti Golkar ini lanjut Firman, tak akan berhenti pada Mega dan Tutut saja. Jika ada tokoh dan pemimpin bangsa yang lainnya berulangtahun, Golkar juga akan mengucapkan baik melalui media, kiriman bunga maupun cara-cara lain yang memiliki makna pendidikan politik.

"Nanti kalau ada tokoh lainnya yang ulang tahun, kita juga akan kasih ucapan selamat. Karena cita-cita Golkar ini bagaimana mengawal persatuan dan kesatuan bangsa dengan saling menghormati dan mengasihi ini menjadi kesadaran bersama," kata Firman.

"Kami bahkan punya cita-cita mengumpulkan para mantan pemimpin bangsa dan pemimpin lembaga tinggi negara untuk bisa bersma-sama kumpul, cium-ciuman di acara 17 Agustus, melupakan masalah perbedaan untuk bersama-sama memikirkan masalah bangsa, betapa indahnya melihat kebersamaan
itu,"pungkasnya. (yid/anw)


Berita Terkait