"Ini yang perlu kita waspadai. Kemajuan percetakan ini mengindikasikan peningkatan permasalahan pada saat pemilu," ujar anggota Bawaslu Bambang Eka Cahya Widodo di Kantor KPU, Jl Imam Bonjool, Jakarta, Jumat (23/1/2008).
Jika dalam Pemilu 2004 lalu film surat suara harus disimpan KPU, maka untuk kertas suara di Pemilu 2009, siapa pun bisa mengaksesnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan digital printing yang sekarang diterapkan, lanjut Bambang, penggelembungan suara sangat mungkin dilakukan. "Ini bisa merusak akuntabilitas pemilu. Oleh karena itu kertas suara menjadi salah satu fokus pengawasan Bawaslu di Pemilu 2009," pungkasnya. (anw/iy)











































