Hal ini disampaikan Kepala Humas Kantor Besar PT Pos Indonesia Suyud Suhendar saat dihubungi detikbandung, Jumat (23/1/2009).
"Yang memesan ada yang di Bandung dan daerah Jabar lainnya. Ada juga dari luar Jawa, seperti dari caleg Partai Patriot dari Kalimantan Timur atas nama caleg Waries Hussein," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya caleg dari Patriot dan PDIP, beberapa parpol lainnya juga sudah ada yang memesan seperti Golkar, PAN, PKB, PBB, dan Demokrat. "Ada sekitar 17 parpol, sisanya saya lupa lagi partai apa saja," kata Suyud.
Menurutnya rata-rata para caleg tersebut memesan kartu pos sebanyak 10 ribu hingga 20 ribu eksemplar. "Ada yang memesan 10 ribu, 15 ribu, juga 20 ribu. Kami melayani pemesanan minimal 5 ribu," jelasnya.
Untuk pemesanan kartu pos ini, jelas Suyud, para caleg bisa memakai desain yang sudah disiapkan PT Pos, atau membawa desain sendiri.
Setelah kartu pos selesai dicetak, selanjutnya PT Pos akan menyebarluaskan kartu pos tersebut ke masyarakat yang berada di daerah pemilihan para caleg.
"Jadi misalkan caleg tertentu masuknya ke dapil anu. Nah kita hanya akan menyebarkan kartu pos ini kepada masyarakat yang berada di dapil caleg tersebut," ujarnya.
Ada dua cara yang ditawarkan PT Pos, yaitu mengirimkan kartu pos tanpa nama atau dengan nama yang dituju.
"Kami punya database di setiap kecamatan mengenai nama dan alamat warga. Jadi gampang saja jika harus mengirimkan dengan nama warga yang dituju," terang Suyud.
(ern/ern)











































