Demikian disampaikan Ketua Umum PNBK Indonesia Eros Djarot di Kantor Pusat PNBK Indonesia, Jl Penjernihan, Jakarta, Kamis (22/1/2009).
Eros menyampaikan hal itu menanggapi makin santernya wacana duet Megawati Soekarnoputri dan Sri Sultan Hamengku Buwono X.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau memang jadi, maka pasangan ini perlu diperhitungkan SBY," kata
Menurut Eros, Megawati dan Sri Sultan memiliki banyak pendukung di Pulau Jawa. Pasangan ini tentunya bisa jadi lawan tangguh bagi Presiden SBY.
Tapi meski prospeknya cukup bagus, Eros menilai, jika Sri Sultan menerima pinangan Megawati, maka hal itu merupakan langkah mundur bagi Sultan.
"Jika setuju menjadi cawapres Megawati maka Sultan mengambil langkah mundur," kata Erros.
Hal ini disebabkan Sultan telah mengkampanyekan diriย maju sebagai calon presiden, bukan sebagai cawapres.
Sultan dan Mega, Rabu (21/1/2009) kemarin, melakukan pertemuan selama 1,5 jam di kediaman Mega, Jl Teuku Umar, Jakarta. Sultan menegaskan ia tetap menginginkan posisi capres. Ia membantah pertemuan itu membicarakan tawaran untuk menjadi cawapres Mega. (nal/iy)











































