"Ya justru itu bukan untung, malah merugikan. Seperti partai yang mendapat restu Soeharto waktu 2004 lalu, tidak kuat. Dan saya kira juga tidak akan signifikan suaranya," jelas pengamat politik Arbi Sanit saat dihubungi lewat telepon, Kamis (22/1/2009).
Probosutedjo, Rabu (21/1/2009) kemarin malam mengumumkan keluarga Cendana mendukung pencalonan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai presiden pada Pemilu 2009. Keluarga Cendana ingin Prabowo meneruskan jejak pemerintahan presiden Soeharto.
Mantan penasihat politik Gus Dur ini menjelaskan, dalam masa 10 tahun ini, orang-orang masih ingat masalah-masalah yang ditinggalkan Soeharto. "Saya kira fanatisme terhadap Soeharto sudah luntur. Biarpun ada yang mengatakan zaman Soeharto lebih enak tapi, ucapan seperti itu tidak pernah terbukti," jelasnya.
Menurut dosen politik UI ini, salah pula bila Prabowo ingin menampilkan sosok Soeharto seperti halnya Soekarno yang masih dipuja banyak orang.
"Soekarno itu berjuang sejak zaman kolonial, lama sekali perjuangannya. Dan Soekarno menjual ideoleogi, yang mendukung Megawati itu terikat pada ideologi. Kalau Soeharto menjual isi perut," kritik Arbi. (ndr/iy)











































