Undang Sultan dan Sutiyoso, Mega Solidkan Barisan Hadapi SBY?

Undang Sultan dan Sutiyoso, Mega Solidkan Barisan Hadapi SBY?

- detikNews
Rabu, 21 Jan 2009 17:48 WIB
Undang Sultan dan Sutiyoso, Mega Solidkan Barisan Hadapi SBY?
Jakarta - Pertemuan-pertemuan antara tokoh politik makin intensif dilakukan. Megawati, yang ketua Umum DPP PDIP yang juga calon presiden, memanggil Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Sutiyoso. Agak mengejutkan, karena tiga capres bisa bertemu. Apa yang mereka bicarakan?

Misterius! Seusai pertemuan, baik Sultan maupun Sutiyoso hanya memberikan keterangan yang biasa-biasa saja. Datar tak menukik. Mereka tak mau menguak apa sebenarnya pembahasan dalam pertemuan tiga tokoh penting itu.

Isu pun beredar bahwa pertemuan tiga calon presiden itu untuk mencari kesepakatan-kesepakatan politik, terkait Pemilu dan Pemilihan Presiden 2009. Mega mengundang Sultan dan Sutiyoso untuk memperkuat barisan dalam menghadapi duet SBY-JK, yang kemungkinan besar akan tetap maju dalam Pilpres 2009.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lantas apakah ada kesepakatan-kesepakatan yang sudah diambil dari pertemuan itu? Belum ada kepastian. Namun, diduga kuat, bisa saja tiga capres itu membicarakan mengenai skenario pemerintahan 2009, termasuk soal konsesi-konsesi politik. Sebab, ada yang menilai, kehadiran Sultan dan Sutiyoso ke rumah Megawati merupakan pertanda bahwa keduanya sudah masuk dalam gerbong PDIP.

Apakah mungkin Sri Sultan akan dijadikan cawapres pendamping Megawati? Ataukah Sutiyoso sudah menurunkan 'derajat'nya untuk menjadi Menko pemerintahan Megawati kelak? Pertanyaan-pertanyaan ini memang belum terjawab hingga saat ini.

Ketua FPDIP Tjahjo Kumolo masih bungkam soal isi pertemuan antara Mega dengan Sultan dan Sutiyoso tersebut. Namun Tjahjo tak membantah jika pertemuan itu memiliki nilai politis dan strategis menghadapi pemilu 2009 mendatang.

"Saya tidak tahu apa isi pembicaraan antara Sultan dan Bu Mega, karena pertemuan mereka memang empat mata. Yang pasti kedua tokoh itu sepakat untuk saling menghadiri undangan," kata Tjahjo pada detikcom Rabu (21/1/2009).

Menurut Tjahjo, Megawati mengundang secara resmi Sultan dalam acara rakernas PDIP di Solo yang akan digelar akhir Januari mendatang. Atas undangan Mega tersebut, Sultan juga mengundang Mega untuk bertemu langsung dengan rakyat Yogyakarta yang selama ini mendukung langkah politik Sultan. Klop sudah!

"Beliau berdua kan orang yang sama-sama lahir di Yogya. Sama-sama tokoh reformasi. Kalau sudah berkenan saling mengunjungi, kan ada pertanda baik. Biarkan kedua beliau yang rembugan untuk masa depan Indonesia," kata Tjahjo diplomatis.

Langkah Mega yang memangil Sultan dan Sutiyoso ke rumahnya ini sebenarnya bukan agenda dadakan. Tapi sudah melalui tahap-tahap yang sangat rapi. Sebelumnya, suami Megawati, Taufiq Kiemas telah melakukan pertemuan pendahuluan di Yogyakarta, Sabtu (17/1/2009). Diyakini pertemuan ini telah menghasilkan kesepakatan-kesepakatan politik yang dibahas lebih lanjut dalam pertemuan langsung antara Mega dan Sultan hari ini.

Jika dalam acara Rakernas PDIP di Solo yang beragendakan pengumuman cawapres dari PDIP, Sultan benar-benar datang, maka wacana duet Mega-Sultan menghadapi Pilpres 2009 akan semakin nyata. Dalam survei LP3ES, duet Mega-Sultan merupakan rival terberat SBY-JK. Apakah dua tokoh Ciganjur dalam era reformasi ini akan benar-benar menjadi duet Mega-Sultan? Kita tunggu.

(yid/asy)


Berita Terkait