Pertemuan Mega-Sultan berlangsung di kediaman Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Jl Teuku Umar, Jakarta Pusat, Rabu (21/1/2009).
"Nggak, nggak ada soal itu. Hanya beliau saya mohon kalau di Yogyakarta tanggal 26 (Januari) apa bersedia mampir ke rumah saya sambil makan, itu saja," kata Sultan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sama Mbak Mega makan pagi ngobrol-ngobrol. Saya diundang sama beliau untuk bisa hadir sama bapak-bapak yang lain di Solo," jelas Raja Jawa yang mengenakan batik kecoklatan ini.
Apa akan datang ke Rakernas PDIP? "Masa diundang nggak mau datang?" kata pria yang didukung partai RepublikaN dalam pencalonan dirinya sebagai capres ini.
Sultan menegaskan kembali, dirinya tidak membicarakan lamaran PDIP untuk menjadikannya sebagai pendamping Mega dalam Pilpres 2009. "Nggak, kita tidak bicarakan soal itu. Itu kan keputusan rakernas. Tadi kita cuma ngobrol-ngobrol sebelum bu Mega di Solo ada aktivitas di Yogya," jelasnya.
"Kalau dijadikan cawapres mau nggak? "Saya kan dari kemarin bilang kalau deklarasi saya kemarin capres," tandas Sultan yang meninggalkan rumah Mega pada pukul 11.10 WIB dengan menggunakan mobil Mercy hitam bernopol B 10 QC ini.
(nik/iy)











































