Menurut Prabowo, pertumbuhan 5 persen hingga 7 persen tidak akan membawa kemajuan apa-apa bagi Indonesia. Sebab, dengan pertumbuhan ekonomi seperti itu, sampai tahun 2050 Indonesia akan tetap miskin.
"Seharusnya pertumbuhan ekonomi kita dua digit dan itu bisa dicapai dari surplus perdagangan yang rata-rata mencapai 27 miliar US Dollar per tahun. Jadi selama 11 tahun terakhir ini, mestinya cadangan devisa kita mencapai lebih dari 300 miliar Dollar," kata Prabowo.
Prabowo mengatakan ini dalam jumpa pers usai deklarasi pengangkatannya sebagai Ketua Dewan Kehormatan Gabungan Inisiatif Barisan Anak Siliwangi (Gibas) di IPB International Convention Centre, Bogor, Jawa Barat, Senin (19/1/2009).
Lebih lanjut, Prabowo mengungkapkan kekesalannya terhadap pemerintahan yang terlalu membangga-banggakan cadangan devisa negara yang hanya US$ 50 miliar. Padahal, semestinya bisa jauh lebih besar dari itu dan bisa digunakan untuk kepentingan mensejahterakan rakyat.
Namun demikian, Prabowo enggan berkomentar lebih banyak lagi, ketika ditanya apakah bisa disimpulkan bahwa pemerintahan sekarang gagal.
(ddg/mok)











































