Ia meminta masyarakat bisa memilah, mana pemimpin yang sibuk mencari citra atau pemimpin yang punya karakter.
"Pemimpin yang bertanggung jawab adalah yang berani mengumumkan kebijakan yang tidak disuka oleh rakyat, bukan pemimpin yg senang mewartakan kebijakan yang menyenangkan masyarakat. Jadilah pemimpin yg berani tampil ketika suka maupun duka," ujar Syarif Bastaman dalam rilis yang diterima detikcom, Sabtu (17/1/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara pengamat komunikasi politik dari Universitas Padjadjaran Ari Junaedi melihat, momen penurunan harga BBM yang dilakukan pemerintah sangat dimanfaatkan oleh tim kepresidenan untuk berkampanye.
"Padahal penurunan harga BBM yang dicicil sebanyak 3 kali bukan prestasi SBY tetapi memang sebuah keharusan. Sebab harga BBM dunia memang sudah turun. Jadi tidak ada prestasi luar biasa yang dilakukan SBY terkait penurunan harga BBM," papar Junaedi. (zal/nwk)










































