Wujud Kecemasan Publik Jelang Pemilu yang Menjadi Monster

Orang Gila Sambangi Istana

Wujud Kecemasan Publik Jelang Pemilu yang Menjadi Monster

- detikNews
Minggu, 18 Jan 2009 09:25 WIB
Wujud Kecemasan Publik Jelang Pemilu yang Menjadi Monster
Jakarta - Mendekati pemilu, selalu saja beredar spekulasi unik di tengah publik. Termasuk peristiwa kedatangan orang gila di kawasan Istana Presiden dua pekan terakhir.

Orang stres pertama mengaku pensiunan Marinir dan menyerempetkan senjata tajam pada seorang tentara yang bertugas mengamankan Istana. Dia nekat berbuat itu karena dihalangi bertemu Presiden SBY guna menyampaikan wangsit.

Sedangkan orang stres kedua hanya memamerkan 'adegan silat' dan bersumpah serapah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut psikolog forensik dari University of Melbourne Australia Reza Indragiri Amriel, fenomena itu tak lebih dari ekspresi kecemasan yang bermutasi menjadi monster.

Sedangkan kecemasan itu akibat represi yang dijalankan rezim yang sudah berjalan sekian lama.

"Pada momen itulah segala wujud abnormalitas manusia menampakkan diri. Termasuk dalam bentuk wangsit atau monster, " katanya pada detikcom, Sabtu (17/1/2009).

Reza menilai, pemilu yang telah di depan mata menjadi pemicu meledaknya tekanan batin tersebut. Pada kacamata masyarakat, pemilu adalah tembok represi yang bisa rontok. Obsesi kekuasaan pun naik ke permukaan, bercampur baur dengan halusinasi.

"Dalam kacamata akademik ini disebut pemuasan khayali atau irrational fulfillment. Meski pada kasus orang gila ke Istana Merdeka intensitasnya tergolong tidak normal lagi," tambah dia.

Orang-orang gila tersebut, menurut Reza, adalah orang yang terobsesi pada kekuasaan yang tak tersalurkan. Sehingga alam bawah sadarlah yang mengambil peran pengganti.

"Antara alam sadar dan bawah sadar manusia idealnya bersifat komplementer (saling melengkapi)," pungkas laki-laki berkacamata ini. (asp/nwk)


Berita Terkait