"Ada pekan suci umat Katholik dari tanggal 5 sampai 12 April 2009 di Larantuka, NTT. Kebetulan hari Kamis tanggal 9 itu puncak-puncaknya acara. Jadi para uskup di sana menyampaikan bahwa ingin agar pemilu ditunda," kata Ketua KPU Abdul Hafidz Anshary.
Hal itu disampaikan dia di sela-sela acara bertajuk "Penyelesaian Perselisihan Hasil Pemilu" yang diikuti 250 caleg di Hotel Sultan, Jl Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Sabtu (17/1/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nanti dikondisikan dengan peletakan TPS di tempat peribadatan atau bagaimana?" jelas Abdul Hafidz.
Sedangkan masyarakat Bali mengganggap tanggal 9 April itu tidak baik untuk pemilu. Sebab pada hari tersebut bertepatan dengan bulan purnama.
"Kita tidak mungkin mengubah lagi," pungkasnya. (irw/asy)











































