Lagu 'semut merah' yang dilafalkannya, melepas pertemuan Sutiyoso dengan para petani. Di sini, dia sempat mengumbar janji untuk memberikan kesejahteraan.
Setelah dari Batu, perjalanan safari Sutiyoso berakhir di Kota Malang, pada Jumat (16/1/2009) sore. Ratusan warga di kota ini, menyambut pensiunan jenderal bintang tiga ini.
"Saya siap bersaing," ucapnya mantap.
Di pinggiran Kota Malang, sebuah kantor Sutiyoso center diresmikan, bersama dengan kantor partai pendukungnya Partai Indonesia Sejahtera (PIS).
"Sambutan masyarakat cukup baik," tambahnya.
Bila dikatakan sukses, safari penutupnya yang sengaja dia lakukan di bumi Majapahit, mungkin sedikit meleset dari yang dibayangkan.
Infrastruktur tim sukses dan partai pendukung, seolah jauh untuk mengimbangi nama besar Sutiyoso. Sosialisasi yang kurang, menjadi alasan utama. Semuanya terlihat serba mendadak dan terburu-buru.
Bahkan kadang penyambutan di sebuah lokasi, mungkin jauh dari yang dibayangkan mantan Danrem Bogor ini. "Seorang calon harus optimis," tegasnya pasti.
Selain menyapa petani, mahasiswa, serta pengusaha setempat secara langsung, radio daerah dan televisi lokal juga dimanfaatkan. Tanggapan bernada positif datang, tetapi jelas ini merupakan sesuatu yang mesti terus diasah bila ingin langgeng.
Tidak lupa massa pesantren digarap. Sejumlah pondok untuk didatangi. Hanya saja, langkah ini mesti beradu dengan capres lain.
Sumber dikalangan dekat Sutiyoso menyebutkan, salah satu kunjungan mantan orang nomor satu di Jakarta ini, ke pesantren Lirboyo, pesantren tertua di Kediri, mesti dialihkan ke pesantren Assadiah dan Ploso.
Walau, sang Kyai Idris Marzuki datang menemui, namun hal itu disebut-sebut sebagai penolakan halus. Walau KH M Anwar Iskandar, kyai sepuh di Kediri memastikan bila pesantren terbuka bagi siapapun, tapi tetap saja kentara hal itu.
"Wapres (Jusuf Kalla) sudah pesan tempat lebih dahulu. Mungkin pihak pesantren takut tidak enak," sebut sumber yang enggan disebutkan namanya itu.
Sutiyoso, kalah start bisa jadi sebuah jawaban. Namun pastinya kunjungan ke Jawa Timur adalah suatu penjajakan.
"Kita lihat dulu hasil pemilu legislatif," ujar Sutiyoso menegaskan langkah yang akan diambilnya.
Pesona sudah disebar, kini tinggal melihat hasil yang dicapai untuk melangkah ke tahap selanjutnya. (ndr/mad)











































