"Saya tidak dikenal masyarakat, tidak punya massa. Yang kenal saya kan cuma kalian ini saja, di desa-desa mana tau saya," ujar Jimly merendah kepada wartawan, di Hotel Sultan, Jl Jendral Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (16/1/2009).
Menurut Jimly, partai yang menawari dirinya menjadi cawapres, pasti berfikir terlebih dahulu. "Nanti kalau dia (partai) gandeng saya, saya bisa nyumbang suara atau tidak," kata dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jimly mengaku hanya diminta menjadi Ketua Dewan Pembina Perhimpunan Kebangsaan menggantikan Wiranto yang sudah menjadi Ketua Umum Partai Hanura melalui kongres. "Karena banyak orang partainya. Ada orang PKS, Golkar, Demokrat. Tetapi organisasi ini, bukan organisasi politik," ungkap Jimly.
Organisasi ini, lanjut dia, harus menjaga jarak dengan semua partai. "Karena itu saya bersedia, ditetapkan sebagai Dewan Pembina," tandas dia. (did/asy)










































