"Itu hanya omongan warung kopi, saya menepisnya," kata Rully saat dihubungi detikcom, Jumat (16/1/2009).
Rully menambahkan, hingga kini partainya tidak pernah mengadakan rapat resmi untuk menetapkan JK agar tetap mendampingi SBY sebagai calon presiden. Partai Golkar baru akan menetapkan keputusan pada saat Rapimnas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rully menilai penetapan siapa calon presiden/wapres dari partainya masih terlalu dini dibicarakan. Kini, kata Rully, partainya tetap berkonsentrasi untuk pemilu legislatif.
"Kita semua fokus dulu pada pemilu legislatif," kilahnya.
Sebelumnya, Ketua Bidang Tenaga Kerja dan Transmigrasi DPP Partai Golkar Zainal Bintang menyatakan Ketua umum Partai Golkar Jusuf Kalla 'disandera' elit partai untuk tetap mendampingi SBY sebagai cawapres. Sebagai imbalan, 14 menteri jadi jatah Partai Golkar.
Zainal menuturkan, hal itu dilakukan saat ada pertemuan di rumah dinas Wapres Jusuf Kalla di Jl Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu 14 Januari malam. Kabarnya, pertemuan itu membahas pencalonan JK sebagai cawapres dan pembagian jatah menteri dari Partai Golkar.
(ape/ken)










































