4 Lembaga Survei Beberkan Sumber Dana

4 Lembaga Survei Beberkan Sumber Dana

- detikNews
Kamis, 15 Jan 2009 16:18 WIB
4 Lembaga Survei Beberkan Sumber Dana
Jakarta - Perbedaan hasil riset yang mencolok dari beberapa lembaga survei belakangan ini membuat publik bertanya-tanya mengenai independensi masing-masing lembaga. Adakah uang yang digelontorkan partai untuk memesan data mereka?

Lembaga Survei Indonesia (LSI), Cirus Surveyors Group, Lembaga Riset Informasi (LRI), dan Jasa Riset Indonesia (JRI) membeberkan sumber dana mereka.

"Sumber dana kita banyak dari yayasan. Yayasan kita melakukan survei komersial. Margin operasional ini yang mendukung LSI. Selain itu banyak (sumber dana) dari perusahaan dan parpol," ujar Direktur LSI Syaiful Mujani usai dialog terbuka bertajuk 'Apa yang salah dengan survei?' di Hotel Sari Pan Pacific, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (15/1/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Syaiful menjelaskan, dana yang diperoleh lembaganya dari parpol tersebut bukanlah dana yang dipakai untuk memesan hasil riset. "Kalau parpol kita melakukan apa adanya. Tidak melayani pesanan data. Karena kalau mereka minta mesen data, kita nggak usah survei lah," tegasnya.

Sementara Direktur Utama Cirus Surveyors Group Hasan Nasbi, juga mengungkapkan hal yang senada. Menurut dia, lembaganya tersebut mendapatkan selisih keuntungan dari survei tertutup yang juga dilakukan.

"Kita punya survei tertutup yang tidak dipublikasikan hasilnya. Misalnya beberapa survei di daerah, survei caleg di tingkat dapil, survei parpol di tingkat dapil yang datanya memang tidak dirilis. Dari situ kita punya margin benefit. Margin benefit itu yang kita kumpulkan," bebernya.

Hal yang sama juga diungkapkan Direktur Lembaga Riset Informasi (LRI) Johan Silalahi. Johan mengaku sumber dana lembaganya berasal dari perusahaan dan partai politik.

"Jujur saja kami memiliki riset ekonomi dan politik, riset beberapa perusahaan dan bidang perekonomian lainnya. Beberapa dana berasal dari parpol. Itulah yang jadi mesin uang LRI," tukasnya.

Sedangkan Direktur Utama Jasa Riset Indonesia (JRI) Rita Maria, mengaku lembaganya tidak mempunyai sumber dana dari partai politik.

"Kita melakukan berbagai riset yang berhubungan dengan kepentingan publik. Dari situ lah kita mendapatkan dana, sehingga kita tidak mengenal pesan memesan hasil survei yang berhubungan dengan partai politik. Kita hanya melakukan survei apa adanya," pungkasnya.

(lrn/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads