"Politisi melihat hasil itu seperti zodiak saja. Saat mereka diprediksi putus cinta, tidak percaya," kata Dirut Lembaga Riset Informasi, Johan Silalahi.
Hal itu dia sampaikan dalam dialog terbuka bertajuk 'Apa yang salah dengan survei?' di Hotel Sari Pan Pacific, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (15/1/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, menurut Dirut Cirus Surveyor Grup, Hasan Nasbi, KPU mengobok-obok lembaga survei karena KPU merasa super body. Padahal hal ini sudah di luar kewenangannya. KPU justru mengalihkan perhatian publik.
"KPU banyak lalai dalam pekerjaannya sehingga mengalihkan perhatian publik dengan mencari gara-gara dengan lembaga survei. Seharusnya KPU lebih memperhatikan tugas wewenangnya," jelas Hasan. (gus/iy)










































