"Mungkin malah menguntungkan bagi PKS. Masyarakat kita kan masih termasuk mellow society, gampang kasihan," ujar pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Abdul Gafar Karim kepada detikcom, Rabu (14/1/2009) malam.
Contoh politik yang gampang diingat adalah terpilihnya SBY sebagai presiden setelah 'dizalimi' oleh Megawati menjelang Pemilu 2004 lalu. Contoh lain yang lebih sederhana adalah kontes Akadami Fantasi Indosiar (AFI).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apakah keuntungan ini sudah masuk kalkulasi PKS ketika menggelar demo? "Saya
tidak tahu pasti. Yang jelas banyak dari mereka kan para aktivis demonstran yang selalu mengkalkulasi itu. Orang demonstran itu kalau ditangkap kan malah mengundang simpati," jelas Gafar.
Namun lepas dari soal penetapan Tifatul sebagai tersangka itu, lanjutnya, PKS diuntungkan dalam posisinya sebagai parpol yang terdepan dalam merespons isu serangan Israel ke Gaza. Respons cepat PKS itu tak lepas dari kesamaan ideologi yang mendasari antara Palestina dengan PKS, yakni ideologi gerakan Ikhwanul Muslimin.
"Katakanlah karena Ikhwanul Muslimin cabang sana ditindas, cabang sini cepat
bertindak," ucap Gafar.
Kesamaan ideologi ini menjadikan PKS sangat sensitif terhadap isu Palestina. Karenanya, responsnya pun jauh lebih cepat dari parpol lain. "Saya kira partai lain sulit untuk bereaksi secepat itu," tandasnya.
(sho/nrl)











































