"Apalagi banyak survei yang nyata menunjukkan bahwa masyarakat belum memehami cara memilih. Menurut saya, ini ancaman serius untuk kualitas pemilu kita," ujar Direktur Center for Electoral Reform (Cetro) Hadar Navis Gumay.
Hal itu disampaikan Hadar dalam dialog kenegeraan bertajuk 'Potensi Kerawanan Pemilu 2009 Secara Teknis dan Administratif' di Gedung DPD, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/1/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Ketua DPP Partai Hanura Samuel Koto menilai, tingkat kerawanan Pemilu 2009 lebih tinggi dari dari Pemilu 2004. Hal ini bisa dilihat dari penetapan partai politik peserta pemilu di awal tahapan pemilu. "Yakni dimulai dari penetapan partai perseta pemilu ynag ngicrit-ngicrit," ujarnya. (lrn/sho)











































