Yenni Wahid: PKB Dizalimi Seperti PDIP Dulu

Yenni Wahid: PKB Dizalimi Seperti PDIP Dulu

- detikNews
Rabu, 14 Jan 2009 18:39 WIB
Yenni Wahid: PKB Dizalimi Seperti PDIP Dulu
Surabaya - PDIP dan PKB Gus Dur membuat komitmen bersama menjelang Pemilu 2009. Koalisi PKB kubu Gus Dur dengan PDIP ini terjadi karena adanya kesamaan  sejarah. PKB Gus Dur merasa dizalimi seperti PDIP dizalimi pada era Orde Baru.

Menurut Sekjen DPP PKB kubu Gus Dur  Yenni Wahid, apa yang dialami PKB saat ini sama dengan PDIP yang dulu dizalimi dan dikuyo-kuyo. Namun, menurut dia, sejarah akan membuktikan bahwa orang yang disia-siakan akan bisa menjadi orang yang besar. PDIP  bisa membuktikan hal tersebut.

"Landasan historis sama dengan PKB. Sama-sama mengalami masa yang sulit. Dizalimi oleh pemerintah yang tidak menginginkan kita besar," kata Yenni  dalam sambutannya di sela-sela deklarasi PDIP Surabaya dan PKB Pro Gus Dur di RM  Taman Sari, Surabaya, Rabu (14/1/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia berharap PKB bisa mencontoh semua yang dialami PDIP pada waktu dulu. Warga  PKB harus tetap loyal dan setia pada Gus Dur. "Sejarah tidak perlu menunggu sejauh itu. Kita akan membuktikannya,"  tutur dia.

Dengan nada berkelakar, putri kandung Gus Dur ini mengatakan bahwa koalisi yang dibangun PDIP dan PKB tersebut tidak 'gratis'.  Menurut dia, ada komitmen yang harus mereka lakukan dan karena tidak gratis maka semua kader dan simpatisan PKB  bekerja sama membangun negara ini untuk lebih baik lagi.

"Politik itu adalah alat seperti pisau, bisa untuk memasak dan bisa untuk mengupas buah dan juga bisa dijadikan alat untuk kejahatan," ujar dia.

Ke depan, kata dia, koalisi tidak hanya berhenti di Surabaya, tapi juga di wilayah lainnya. Sebab saat ini, PKB ibarat seperti gadis  cantik yang  menjadi  rebutan semua orang. Memang sebelumnya di Tasikmalaya dan Ciamis sudah berkoalisi seperti halnya di Kota Pahlawan.

"Koalisi ini sudah disetujui oleh Gus Dur. Jadi tidak boleh ada yang mengira koalisi ini kemauan dari Pak Ali (Ketua DPC PKB Surabaya kubu Gus Dur, Red),"  tandas dia.

Dalam sambutannya, perempuan berkerudung ini juga tidak lupa menyentil  konflik  internal yang melanda PKB saat ini. PKB, kata Yenni, dibangun oleh Gus Dur dari  bawah, dari mulai memasang bata, kemudian atap dan memasang lantai. Setelah jadi rumah yang kokoh, Gus Dur kemudian memberikan itu semua pada keponakannya. Keponakannya itu kemudian diberi tempat yang enak, kasur yang empuk, karpet yang tebal.

Tapi sayangnya, kata dia, keponakannya tersebut kemudian membuang pamannya sendiri dengan tidak hormat dari 'rumah' yang dibangunnya. "Dan pak lurahnya malah bekerja sama dengan keponakannya membuat sertifikat tanah," ungkap dia memberikan permisalan. (bdh/asy)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads