Ajakan Sutiyoso pun langsung disambut tepuk tangan warga yang duduk di kursi di bawah tenda di pelataran makam, Rabu (14/1/2009). Sekadar diketahui, untuk Pemilu 2009,Β pemilihan dilakukan dengan mencontreng, bukan mencoblos.Β Sutiyoso juga menyerukan agar warga memilih partai penyokongnya, yakni Partai Indonesia Sejahtera (PIS).
Makam Raden Wijaya menjadi lokasi penutup safari Sutiyoso keliling Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
menyatukan Nusantara. Di sini gong dari perjalanan saya ditutup. Ini tempat bersejarah. Konon Raden Wijaya yang menyatuan Nusantara, dan melawan negeri asing Mongolia yang mengincar negeri ini yang kaya raya," kata pria yang akrab disapa Bang Yos ini.
Eks Gubernur DKI ini sempat berdoa dan menabur bunga di makam Raden Wijaya. Sutiyoso lalu memotong tumpeng yang dilanjutkan dengan makan bersama
penduduk.
"Pertahankan, lestarikan. Jangan pernah mengganggu situs-situs peninggalan zaman Majapahit. Ini justru yang memiliki nilai jual, orang asing itu ingin melihat
kelestarian tempat ini," ujar Sutiyoso yang berkalung bunga melati.
Acara selanjutnya ditutup dengan tanya jawab antara Sutiyoso dengan warga. Beberapa warga, yang umumnya pengrajin meminta bantuan apabila Sutiyoso menjadi presiden. Ada juga yang meminta bantuan pembangunan lapangan sepakbola, dan ada yang meminta bantuan untuk anak yatim. (aan/iy)











































