Hal itu disampaikan Ketua KPU Jabar Ferry Kurnia Rizkiansyah saat menerima kunjungan Komisi II DPR RI di Kantor KPU Jabar, Jalan Garut, Rabu (14/1/2009).
"Persoalannya bukan cuma karena golput dengan alasan politik. Tapi banyak warga yang tidak terdata sebagai pemilih," ujar Ferry.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada dugaan panitia tidak independen tapi terkait sebagai aktivis parpol tertentu. Sehingga bisa jadi ada penggelembungan atau pengurangan data," tandasnya.
Karena itu, kata dia, untuk pemuktahiran data ke depan, panitia pencatatan data pemilih perlu diseleksi lebih ketat.
Pendapat yang sama dikatakan oleh Wakil Ketua Komisi II DPR RI Eka Santosa. Ia menyebut sekitar 9 juta warga Jabar tidak menggunakan hak pilihnya karena tidak mendapat kartu pemilih atau tidak terdata.
"Jadi saya kira bukan karena alasan politik semata, tapi juga kemampuan kerja penyelenggara pemilu," ujar Eka.
Tingkat pemilih di Jawa Barat terus menurun. Angka partisipasi pemilu legislatif tahun 2004 sebesar 83,13 persen. Pemilu presiden putaran pertama sebesar 83,29 persen dan pada putaran kedua sebesar 80,35 persen. Pada pemilu gubernur sebesar 67,3 persen.
Angka partisipasi pada pemilihan walikota dan bupati juga tidak berbeda dengan angka partisipasi pilgub. (ern/asy)










































