"Membuat partai itu sulit, tapi lebih sulit mentransformasi misi visi dan menyelamatkan partai agar lebih kompak," kata KH Hasyim Muzadi dalam nasihat politiknya pada rapat akbar PKNU se-Jatim di gedung Jatim Expo, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Selasa (13/1/2009).
Menilik sejarah NU, menurut pengasuh Ponpes Al Hikam, Malang ini bahwa sejak dulu partai orang NU selalu gagal untuk meraih kekuasaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"NU kemudian ada di mana-mana. Lumer di mana-mana. Dan di mana-mana menjadi penyakit," ujar Hasyim sembari menyentil yang kemudian disambut tepuk tangan para kader PKNU.
Setelah itu, tambah Hasyim, NU kemudian membentuk PKB. Tapi belum 10 tahun berdiri sudah retak-retak. Dan retakan-retakannya sekarang ada di PKNU.
Ke depan, dia berharap PKNU tetap bisa solid. Sebab menurut Hasyim PKNU sudah mempunyai empat pilar. Empat pilar itu yaitu, kiai kharismatik, kiai transformatif, wawasan kebangsaaan nasional, serta pekerja.
Karena sudah mempunyai empat pilar, kata Hasyim, artinya PKNU harus bisa mendidik anggotanya dan bisa melakukan konsolidasi dan pengkaderan.
"PKNU punya kiai seperti Kiai Ma'ruf Amin yang bisa mentransferkan pengetahuannya, punya Alwi Sihab yang punya wawasan ke-Indonesiaan, dan punya Choirul Anam yang jalan ke mana-mana sebagai penggerak lapangan," tandas dia. (fat/asy)











































