Hasyim Muzadi: Partai NU Selalu Gagal, PKNU Harus Kompak

Hasyim Muzadi: Partai NU Selalu Gagal, PKNU Harus Kompak

- detikNews
Selasa, 13 Jan 2009 17:21 WIB
Hasyim Muzadi: Partai NU Selalu Gagal, PKNU Harus Kompak
Jakarta - Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi didaulat menyampaikan tausiyah dalam rapat akbar PKNU. Dalam tausiyahnya, Hasyim Muzadi meminta kepada PKNU untuk bisa menjaga kekompakan dan tidak terpecah belah. Karena selama ini partai warga NU sama sekali belum pernah meraih kekuasaan.

"Membuat partai itu sulit, tapi lebih sulit mentransformasi misi visi dan menyelamatkan partai agar lebih kompak," kata KH Hasyim Muzadi dalam nasihat politiknya pada rapat akbar PKNU se-Jatim di gedung Jatim Expo, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Selasa (13/1/2009).

Menilik sejarah NU, menurut pengasuh Ponpes Al Hikam, Malang ini bahwa sejak dulu partai orang NU selalu gagal untuk meraih kekuasaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasyim mencontohkan, pada zaman Orde Lama, NU bergabung dengan Partai Masyumi, tapi kemudian gagal. Setelah itu NU membuat partai sendiri. Tapi oleh Orde Baru dipecah belah dan kemudian bergabung dengan PPP. Tapi itu pun juga sama. NU kemudian diputuskan kembali ke khittah.

"NU kemudian ada di mana-mana. Lumer di mana-mana. Dan di mana-mana menjadi penyakit," ujar Hasyim sembari menyentil yang kemudian disambut tepuk tangan para kader PKNU.

Setelah itu, tambah Hasyim, NU kemudian membentuk PKB. Tapi belum 10 tahun berdiri sudah retak-retak. Dan retakan-retakannya sekarang ada di PKNU.

Ke depan, dia berharap PKNU tetap bisa solid. Sebab menurut Hasyim PKNU sudah mempunyai empat pilar. Empat pilar itu yaitu, kiai kharismatik, kiai transformatif, wawasan kebangsaaan nasional, serta pekerja.

Karena sudah mempunyai empat pilar, kata Hasyim, artinya PKNU harus bisa mendidik anggotanya dan bisa melakukan konsolidasi dan pengkaderan.

"PKNU punya kiai seperti Kiai Ma'ruf Amin yang bisa mentransferkan pengetahuannya, punya Alwi Sihab yang punya wawasan ke-Indonesiaan, dan punya Choirul Anam yang jalan ke mana-mana sebagai penggerak lapangan," tandas dia. (fat/asy)


Berita Terkait