"Tidak ada kaitan sama sekali antara pencalonan dengan institusi TNI. Mengenai kekhawatiran keberpihakan TNI pada salah satu calon, itu tidak mungkin terjadi. Saya sangat yakin itu," ujar Mayjen (Purn) Saurip Kadi.
Hal itu disampaikan Saurip Kadi di sela-sela acara Konsolidasi Gerakan 'Nasional Kaum Muda: Menentukan Sikap Sejarah dan Sikap Politik Kaum Muda Demi Perubahan Politik 2009' di Graha Purna Bakti, TMII, Jakarta, Sabtu (10/1/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"TNI tidak lagi menggunakan Keluarga Besar TNI sebagai corongnya, karena masing-masing punya kepentingan yang berbeda," tegas pria yang dikenal sebagai tokoh reformis TNI ini.
Saurip Kadi juga menilai dikotomi antara capres militer dan sipil tidak layak dipermaslahkan lagi bagi Indonesia sekarang. Militer, kata dia, tidak selalu menggunakan cara-cara kekerasan dalam penyelesaian masalahnya.
"TNI juga sering bersentuhan dengn kemanusiaan ketika melaksanakan tugas di lapangan. Malah sipil belum tentu merasakan sentuhan-sentuhan kemanusiaan tersebut," jelas teman satu angkatan SBY itu.
"Yang terpenting rakyat kangan terkecoh dengan janji-jani pemimpin, termasuk dari TNI," tandasnya. (lrn/djo)











































