"Konsolidasi ini dipandang penting agar kaum muda bersama rakyat Indonesia tidak terseret dalam konflik kepentingan kelompok dan politik kekuasaan yang hanya menjebak rakyat dalam politik prosedural bersama," ujar mantan aktivis 98 Syafiq Alieha.
Hak itu disampaikan Syafiq dalam Konsolidasi Gerakan 'Nasional Kaum Muda: Menentukan Sikap Sejarah dan Sikap Politik Kaum Muda Demi Perubahan Politik 2009' di Graha Purna Bakti, TMII, Jakarta, Sabtu (10/1/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Syafiq menjelaskan, perubahan politik lebih membutuhkan proses perjuangan nasional, perjuangan demokrasi dan perjuangan rakyat yang berkesinambungan.
"Bangsa ini membutuhkan kepemimpinan yang lahir dari perjuangan tersebut, bukan muncul secara karbitan," tegas Syafiq.
Mayjen (Pur) Saurip Kadi yang diundang sebagai pembicara pada sesi pembukaan mengusulkan dibentuknya kontrak sosial bagi para tokoh yang sudah mendeklarasikan sebagai capres. Ia pun sudah memformat bentuk kontrak tersebut dalam sebuah buku kecil.
"Silakan masukan dari teman-teman untuk menyempurnakan formatnya," ujarnya kepada para mantan aktivis pengguling rejim Soeharto tersebut. (lrn/djo)











































