"Kalau dilihat kebudayaan bangsa dan kehidupan bernegara, capres harus berani mengembalikan alur kebudayaan kepada kepribadian Indonesia, yaitu sesuai Pancasila dan UUD 1945," kata Tyasno yang juga salah seorang Ketua Dewan Harian Nasional 45 ini di kantornya Jl Ciniru, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (8/1/2009).
Menurut Tyasno, keberanian capres untuk mengembalikan kemurnian Pancasila dan UUD 1945 itu suatu keharusan. "Jadi kuncinya, sistem dan pimpinannya. Kalau dua-duanya dilakukan bisa lewat revolusi (perubahan drastis). Tapi bisa salah satunya dulu, sistem dulu dikembalikan untuk melahirkan pemimpin yang baik, atau pemimpin diperbaiki dulu untuk melahirkan sistem yang lebih baik," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun ekstra konstitusional seperti ini untuk menyelamatkan bangsa dan menghadapi krisis, presiden punya hak apa pun untuk melakukan sesuatu. Ini soal keberanian dan kemauan saja," tandasnya.
Ditambahkan Tyasno, dalam konteks kenegaraan, berbagai persoalan yang ada selalu dislesaikan di hilir, seperti penindakan korupsi dan lain-lain. Padahal persoalannya yang harus diperbaiki di hilirnya, yaitu sistem dan moralitas serta pola pikir yang salah. (mad/mad)











































