"Untuk bidang ekonomi, konseptornya adalah pak Jusuf Kalla," ujar Ketua DPP Partai Golkar, Firman Subagyo, ketika berbincang dengan detikcom, Kamis (8/01/2009).
Firman mengibaratkan presiden dan kabinetnya sebagai sebuah orkestra. Para pemainnya adalah para menteri, dan presiden sebagai dirigen.
"Jika ada yang salah, pasti simfoninya kurang bagus. Konseptornya adalah yang membuat aransemen dan lagu. Dirigen hanya memimpin dan mengarahkan. Dalam bidang ekonomi, Jusuf Kalla adalah pembuat aransemen. SBY hanya dirigen," jelas Firman.
Menurut Firman, Jusuf Kalla mempunyai jasa besar dalam menyelamatkan ekonomi nasional di tengah krisis global yang melanda seluruh dunia.
Namun, ketua Bappilu partai berlambang beringin ini, tak menampik jika setiap partai yang terlibat di pemerintahan berhak untuk mengklaim kesuksesan pemerintah.
"Wajar saja saling klaim. Ini menjadi konsekuensi koalisi dalam pemerintahan. Tapi masing-masing kadarnya yang berbeda," ujar Fiman tersirat.
Sekadar diketahui, iklan Golkar yang mengklaim keberhasilan ekonomi dan pendidikan diprotes oleh sejumlah partai. Partai Amanat Nasional (PAN) misalnya, menganggap bahwa keberhasilan di bidang pendidikan karena Menteri Pendidikan Bambang Sudibyo adalah kader partai berlambang matahari biru itu.
(gun/nrl)











































