"Kita bukan mendanai, tapi kita membeli informasi secara profesional," kata Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Achmad Mubarok saat diminta tanggapan adanya dugaan PD mendanai survei LSI.
Mubarok menyatakan hal itu usai acara diskusi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (7/12/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bayar itu bukan berarti seperti bayar bisnis. Bagaimana pun partai membutuhkan data. Siapa yang memberikan data obyektif itu yang kita pilih (untuk dipakai)," jelas Mubarok.
LSI, kata Mubarok, adalah lembaga yang dianggap paling obyektif oleh Partai Demokrat saat ini.
"Setelah kita lihat hasilnya (obyektif), baru kita adakan komunikasi. Kita minta tolong disurveikan di daerah sana, daerah sini," kata pria berkacamata ini.
"Meskipun data itu merugikan Demokrat, tapi betul, nggak masalah," cetusnya.
Diakui Mubarok, banyak caleg Demokrat yang melakukan komunikasi dengan LSI untuk mengetahui elektibilitas mereka di daerah pemilihan masing-masing.
"Masing-masing caleg pada patungan, ini bukan membeli lembaga survei, tapi membutuhkan data. Dan LSI yang kita yakini," kata dia. (aan/iy)











































