Masuk 4 Besar Versi LSI, Tugas PKB Jadi Lebih Ringan

Masuk 4 Besar Versi LSI, Tugas PKB Jadi Lebih Ringan

- detikNews
Rabu, 07 Jan 2009 16:49 WIB
Masuk 4 Besar Versi LSI, Tugas PKB Jadi Lebih Ringan
Jakarta - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) masuk urutan keempat dalam urutan partai yang paling banyak dipilih. PKB pun kian optimis melenggang ke Pemilu 2009 nanti. Dengan percaya diri, PKB menganggap tugasnya untuk memenangkan pemilu kian ringan.

"Kita cukup bersyukur basis massa kita itu akan tetap solid tidak berubah. Tugas kita lebih ringan, tinggal mencari suara-suara baru," ujar Sekjen PKB Lukman Edy di Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (7/1/2009).

Hasil survei LSI yang dirilis 4 Januari lalu menunjukan, peringkat teratas parpol yang populer versi LSI diduduki Partai Demokrat (PD) dengan raihan 23 persen responden. Adapun PDIP duduk di peringkat 2 dengan perolehan 17,1 persen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Uniknya, Partai Golkar yang telah lama berkuasa di Indonesia hanya menempati urutan ke 3 dalam survei tersebut. Sedangkan PKB duduk di urutan ke-4 dengan perolehan 4,8 persen suara responden. Menyusul PKS di peringkat ke 5.

Sementara Gerindra, yang merupakan partai baru, mengungguli PAN, PPP, maupun Partai Hanura. Partai yang didirikan Prabowo Subianto tersebut bercokol di urutan ke-6 dengan raihan 3,8 persen responden.

PKB tidak memusingkan berapa jumlah persentase yang didapatkan. Namun PKB lebih berkonsentrasi mengelola massanya yang sempat dirundung konflik.

"Ini yang menarik bukan persentasenya, tapi pernyataan bahwa kita cukup baik mengelola konflik sehingga basis massa kami tidak berubah. Itu yang menurut kami merupakan sebuah evaluasi yang berikan dorongan sehingga kita melangkah ke tahap berikutnya," Menteri PDT ini.

Pada Selasa malam kemarin, jajaran pengurus PKB melakukan rapat koordinasi yang membahas apa program yang akan dilakukan dalam 3 bulan ke depan dalam memperbaiki kinerja partai.

"Rekomendasi dari Saiful Mujani (direktur eksekutif LSI), menampilkan kepemimpinan muda.
Itu yang kita pikirkan bagaimana mekanismenya, terutama untuk mempengaruhi menarik swing voter," pungkasnya. (anw/gah)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads