"Pemilu bukan masalah rampas merampas, tetapi merebut hati rakyat. Jadi apabila partai tidak bisa memberikan sesuatu kepada konstituennya, wajar-wajar saja kalau konstituennya berpindah hati," ujar Wiranto di sela-sela Rakernas Partai Hanura di Menara Gracia, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Selasa (6/1/2008).
Bila kemudian partai tidak memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi konstituennya, menurut Wiranto wajar saja jika mereka 'kabur'.
"Jadi apabila partai tidak bisa memberikan sesuatu kepada konstituennya, wajar-wajar saja kalau konstituennya berpindah hati. Ini tidak seperti merampas uang. Hal-hal seperti ini wajar-wajar saja dalam demokrasi," imbuh mantan capres di Pemilu 2004 ini.
Menghadapi Pemilu 2009 nanti Wiranto merasa diuntungkan dengan dengan nomor urut 1 yang dianggap sebagai nomor prestasi. "Nomor satu sangat memberikan kelebihan kepada partai kami," ujar Wiranto kepada detikcom.
"Kenapa nomor satu menguntungkan? Nomor satu itu kan nomornya juara. Sangat dekat dengan imej baik di mata masyarakat. Nomor satu mudah diingat dan mudah dicari. Jadi, sangat realistis. Tidak perlu direkayasa," pungkasnya. (anw/irw)











































