Sebut saja Tantowi Yahya, Meutya Hafid, Ferry Mursyidan Baldan, dan Jeffrie Geovanie. Bersama sang Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla, mereka meminta dukungan kepada masyarakat pada Pemilu 2009.
Apakah ini upaya Golkar untuk menjauhi kesan partai orang tua? Wakil Sekjen Partai Golkar Rully Chairul Azwar mengatakan, iklan politik itu memang ingin menampilkan kesan muda di tubuh partai berlambang pohon beringin itu.
"Selama ini kan dikenalnya kader muda perlu antre panjang untuk tampil. Kita ingin menampilkan kalau di Partai Golkar, orang muda pun bisa berkarya," kata politisi yang gape bermain golf itu saat berbincang dengan detikcom, Selasa (6/1/2009).
Rully mengatakan, Golkar memiliki tim perumus khusus untuk konsep iklan politik yang akan digeber hingga April 2009 itu. "Kita pakai biro iklan tapi kita punya tim khusus dari partai," ujarnya.
Selain di televisi, Golkar juga memajang iklannya di berbagai media cetak. Di salah satu koran nasional, Golkar mengambil satu halaman untuk memasang iklan yang dominan warna kuning itu.
Dalam iklan itu, tampak JK yang sedang mengepalkan tangan yang diikuti oleh 14 kadernya yang berdiri di belakangnya. Di bagian tengah terdapat tulisan 'Membangun Negeri. Beri Bukti. Bukan Janji'.
Selain itu, Golkar juga mempromosikan sumbangsihnya selama 44 tahun untuk Indonesia. Misalnya menampilkan foto masjid di Aceh, JK yang sedang panen padi, foto JK yang berdialog dengan anak sekolah, dan pembangunan jalan raya. (ken/iy)











































