"Kemarin secara eksplisit JK menyampaikan kepada saya bahwa beliau siap menjadi pemimpin nasional. Silakan tafsirkan sendiri 'pemimpin nasional'-nya, kalau saya menafsirkannya siap sebagai capres." ujar Yuddy saat dihubungi detikcom, Selasa (6/1/2009).
Dalam pertemuan selama satu setengah jam kemarin, Senin 5 Januari 2009, Yuddy mengaku berdiskusi dengan JK seputar opini dan berbagai hasil survei yang memprediksi kegagalan Golkar pada Pemilu Legislatif April 2009. Atas hal itu, Yuddy memberi masukan agar sebagai Ketua Umum Gokar, JK segera menyatakan kesiapannya sebagai capres kepada publik. Mengingat pernyataan kesiapan JK tersebut bisa menyatukan suara konstituen yang diprediksi terpencar akibat masalah pencapresan Golkar yang dinilai masih simpang siur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya berharap beliau bisa menyatakan kesiapannya kepada publik dalam waktu dekat," harap Yuddy.
Selain itu, Yuddy juga mengusulkan calon pendamping (cawapres) JK. Ia menyampaikan kepada wapres tersebut bahwa kombinasi tua-mudalah yang paling diminati publik.
"Tiga hasil survei menyatakan lebih dari 60 persen rakyat menginginkan capres-cawapres adalah perpaduan tua-muda," ujar Yuddy yang mengaku siap mendampingi JK jika ditunjuk oleh partainya.
(lrn/gah)











































