Fadel Sayangkan Bila Survei Capres Golkar Batal

Fadel Sayangkan Bila Survei Capres Golkar Batal

- detikNews
Senin, 05 Jan 2009 19:48 WIB
Fadel Sayangkan Bila Survei Capres Golkar Batal
Jakarta - Partai Golkar akan melakukan survei internal sebagai pengganti konvensi. Namun berhembus kabar bahwa survei internal itu bakal dibatalkan Partai Golkar. Sejumlah kader kecewa, termasuk Fadel Muhammad.

"Kami dengar survei untuk memilih capres Golkar untuk menentukan capres Golkar dibatalkan. Bila memang benar, saya sangat menyayangkan hal tersebut," kata Fadel kepada wartawan di kediamannya Jl Suwiryo No 39, Menteng, Jakarta Pusat, Senin
(5/1/2009).

Fadel yang juga Ketua DPD Golkar Gorontalo ini sebenarnya tidak mau terlalu banyak ikut campur soal tersebut. Sebab persoalan tersebut keputusannya berada di tangan DPP Partai Golkar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ditanya apakah isu penghapusan konvensi merupakan bentuk otoriter dari pengurus DPP Golkar, terutama Ketua Umum Golkar Jusuf Kalla, Fadel pun enggan menjawabnya.

"Saya tidak bilang begitu. Saya pikir, kalau seperti ini, maka kami daerah berdoa saja semoga tidak terjadi sesuatu," jawabnya.

Menghadapi isu pembatalan survei internal tersebut, Fadel menjelaskan, pihaknya di daerah telah mengusulkan agar ada pertemuan antara DPP dan DPD.

"Kami di daerah telah mengusulkan, Januari ada pertemuan antara DPP dan DPD," tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Fadel juga kuatir dengan prediksi suara partainya pada Pemilu 2009 akan menurun, tidak sesuai dengan target 30 persen perolehan suara.

"Suara Golkar yang original adalah 12-14 persen. DPP Golkar sekarang mengatakan 20-21 persen. Menurut saya keliru, perkiraan saya tidak lebih dari 16-18 persen untuk 2009," ungkapnya.

Ditambahkan Fadel, kekuatiran akan hasil survei perolehan suara di pemilu mendatang yang semakin anjlok sempat disampaikan dalam rapat DPP Partai Golkar. Tapi, sejumlah pengurus lainnya mengatakan hasil survei sejumlah lembaga itu
tidak benar. (zal/gah)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads