Antara Mengurus Rumah Tangga dan Biaya Politik

Fenomena Caleg Ampibi

Antara Mengurus Rumah Tangga dan Biaya Politik

- detikNews
Selasa, 23 Des 2008 18:58 WIB
Antara Mengurus Rumah Tangga dan Biaya Politik
Jakarta - Bagaimana bila suami-istri sama-sama menjadi caleg? Sebenarnya, dalam Pemilu-pemilu sebelumnya, pasutri menjadi caleg sudah biasa. Namun, dalam Pemilu 2009, seorang caleg dituntut bekerja lebih ekstra, karena penentuan caleg tidak hanya berdasar nomor urut.

Dari Daftar Caleg Tetap (DCT) yang telah disampaikan KPU dan KPUD, ada beberapa caleg pasutri yang tampil dalam Pemilu 2009. Ada Syarifudin Hasan-Inggrid Maria Palupi Kansil dari Partai Demokrat, Tiffatul Sembiring-Sri Rahayu dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Ikang Fauzi-Marissa Haque yang maju dari dua parpol berbeda. Ikang maju dari PAN, sementara Marissa dari PPP.

Pasangan Syarifudin Hasan dan Inggrid MP Kansil berbagi cerita mengenai persiapannya menghadapi Pemilu 2009. Syarifuddin mengatakan sebenarnya agak keberatan terhadap keinginan isterinya yang ingin tampil di kancah panggung politik. Sebab, pada awalnya ia hanya menginginkan isterinya untuk mengurus anak-anak yang masih kecil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebenarnya saya sangat menginginkan isteri saya untuk di rumah dan mengurus anak-anak saja," kata Ketua Fraksi Partai Demokrat ini kepada detikcom di gedung DPR RI, Kamis (18/12/2008) lalu.

Syarifuddin, pria kelahiran Palopo, 17 Juni 1949 menikahi Inggrid yang bintang iklan dan selebriti, pada tahun 1999. Inggrid adalah perempuan cantik kelahiran Cianjur, 9 November 1976. Perbedaan usia keduanya sangat jauh. Saat menikahi Inggrid, Syarifuddin Hasan adalah duda beranak dua. Saat ini, perkawinan Syarifuddin-Inggrid telah membuahkan satu anak cantik bernama Ziankha Amorrette Fatimah Syarif.

Meski awalnya ingin menginginkan isterinya mengurus anak-anak, namun pria yang kerap dipanggil Syarif Hasan ini menegaskan bahwa keikutsertaan istrinya dalam  pemilihan caleg bukan karena  unsur nepotisme dan kolusi. Sebab, ada perbedaan daerah pilihan (Dapil) antara ia dan isterinya walaupun masih dalam satu provinsi, yaitu Jawa Barat. Selain itu ia menilai isterinya telah banyak menimba pengetahuan tentang politik selama menjadi anggota Persatuan Isteri Partai Demokrat.

Namun saat ditanyakan mengenai kesibukan istrinya untuk berkampanye dan sering meninggalkannya, pria dari Dapil III Jabar yang mewakili wilayah Bogor ini agak sedikit terdiam, sebelum kemudian menjawab bahwa itu adalah risiko demi pengorbanan untuk negara. Kegundahan hati pria ini agak sedikit terhibur ketika melihat kinerja sang isteri yang saat ini berprofesi sebagai artis dan presenter yang membanggakan. Sebab, sejak pencalonan isterinya menjadi calon legislatif, banyak relawan yang datang untuk membantu kampanye isterinya tersebut.

"Mau ngomong apa lagi, wong isteri saya juga kader partai. Mungkin saja dengan terpilihnya dia bisa menambah suara partai agar SBY bisa terpilih lagi sebagai presiden," kata Syarif.

Sebagai seorang kepala keluarga di dalam rumah tangga, kegundahan hati pria ini cukup beralasan. Karena jika isterinya ikut kampanye, secara otomatis biaya politik makin membengkak. Hal ini disadari betul oleh pria ini apalagi saat ia disodori rincian biaya untuk kampanye isterinya yang jumlahnya tidak sedikit.

"Cost politik itu tidak main-main jumlahnya bisa bikin kepala pusing, namun saya ikhlas demi sebuah pengorbanan," terang Syarif.

Sementara itu Inggrid sendiri saat dihubungi mengatakan keputusannya untuk tampil dalam kancah perpolitikan nasional merupakan panggilan hati nurani. Perempuan berambut panjang ini juga menambahkan pemerintah telah membuka jalan yamg lebar kepada kaum hawa untuk berpartisipasi  bersama dengan kaum adam di dalam ranah politik.

Perempuan yang dinikahi Syarif pada tanggal 26 Juni 1999 lalu mengatakan walaupun dirinya adalah seorang selebriti,  namun dalam hal ranah politik dan berorganisasi bukan merupakan hal baru dalam hidupnya. Selain aktif di Persatuan Isteri Partai Demokrat, Inggrid juga aktif di sebuah lembaga kesenian yang khusus menangani kebudayaan Sunda. Khusus untuk lembaga kesenian yang menangani budaya sunda, Inggrid bekerja sama dengan Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf.

Perempuan yang kini berusia 32 tahun itu mengatakan tidak ada dalam pikirannya untuk membalap karir politik  suaminya. Sebab, ia mengaku banyak belajar politik dari suaminya dam juga mendapatkan Dapil IV Provinsi Jawa Barat untuk mewakili daerah Sukabumi dan Cianjur untuk Caleg DPR RI.

"Ikut-ikutan sih nggak, sebetulnya suamiku itu tidak menginginkan ini. Namun karena ia bersifat pria moderat dan mengetahui aku juga suka sekali berorganisasi, akhirnya merestui," kata Inggrid MP Kansil kepada detikcom, Kamis
(18/12/2008).

Menurut Inggrid adalah hal yang wajar jika suaminya menginginkan dirinya untuk di rumah dan mengurus anak-anaknya yang masih kecil. Namun keinginannya untuk berkecimpung dalam ranah politik sudah tidak bisa terbendung lagi. Menurut ibu muda ini, kesibukan dalam bekerja bukanlah sesuatu yang asing dalam kehidupan rumah tangganya.

"Sebenarnya untuk masalah kesibukan jika nanti terpilih bukan masalah, karena sekarang saja kita sudah sibuk. Hal-hal seperti itu sudah dijalani, yang penting komitmen kita sebagai pasangan adalah mengedepankan komunikasi dan keterbukaan," kata Inggrid.

Sedangkan mengenai biaya politik yang merupakan sebuah konsekwensi dalam berpartai, menurut Inggrid, akan ada proses sharing dengan suaminya. Menurut Inggrid, tabungannya selama menjadi selebriti hampir bisa memenuhi
kebutuhan itu. Namun jika dirasakan kurang, maka baru ia meminta kepada suaminya. Inggrid mengaku untuk urusan pengasuhan anak dan suami, ia akan memberikan yang terbaik untuk hal itu.

Perbedaan dalam memandang sebuah kasus politik dirasakan Inggrid merupakan sebuah kenikmatan tersendiri saat berdebat dengan suaminya. Walau jam terbang suaminya lebih dahulu di politik, namun tidak selamanya suaminya selalu betul dalam menganalisa sebuah kasus politik. Untuk menyiasati hal seperti ini di kemudian hari, Inggrid berjanji setiap masalah di luar tidak sampai di bawa ke rumah. "Kita sudah kompromi dan komitmen untuk tidak membawa masalah kerja ke dalam rumah," tandas Inggrid. (ron/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads