DetikNews
Sabtu 02 Mei 2009, 09:56 WIB

Nama Tenar dan Incumbent yang Melenggang ke Senayan

- detikNews
Nama Tenar dan Incumbent yang Melenggang ke Senayan
Jakarta - Nama tenar memang menguntungkan bagi para caleg. Ketenaran nama telah meningkatkan tingkat elektabilitas mereka sehingga mempermulus jalan menuju Senayan.

Beberapa nama yang cukup tenar diprediksi kuat melenggang ke Senayan menjadi anggota dewan. Hal ini disimpulkan dari penghitungan perolehan kursi yang dilakukan Center for Electoral Reform (Cetro) didasarkan pada rekapitulasi manual sementara KPU per Jumat (1\/5\/2009).

Cetro menghitung perolehan kursi yang bakal diraih oleh masing-masing parpol berdasarkan rekap atas 16 provinsi, yakni Sumatera Barat (Sumbar), Bangka Belitung (Babel), Bengkulu, Jawa Tengah (Jateng) . Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Bali, Kalimantan Barat (Kalbar), Jambi, Lampung, Sumatera Selatan (Sumsel), Kalimantan Tengah (Kalteng), Sulawesi Utara (Sulut), Kalimantan Selatan (Kalsel), Banten, Sulawesi Barat (Sulbar), dan Sulawesi Tenggara (Sulteng).

Belum semua provinsi telah disahkan rekapitulasinya oleh KPU. Namun Cetro mendasarkan penghitungannya pada rekap KPU provinsi yang telah disahkan dalam pleno di level provinsi.

Berikut nama tenar yang mendominasi di beberapa daerah pemilihan (dapil) seluruh Indonesia.

Sumbar<\/strong>

Dari data itu, untuk Sumbar, nama caleg yang cukup tenar dan masuk Senayan adalah Jeffrie Geovanie. Mantan politisi PAN yang hijrah dan menjadi caleg Golkar untuk dapil Sumbar I itu meraih kursi pertama dari 2 kursi yang diperoleh partai beringin di dapil tersebut.

Bengkulu<\/strong>

Di Bengkulu, nama yang cukup tenar adalah Rully Chairul Azwar. Wakil Sekjen Partai Golkar ini menggondol satu-satunya kursi yang diperoleh partainya di Bengkulu.

Jateng I<\/strong>

Di dapil Jateng I (Kota Semarang, Kab Semarang, Kab Kendal dan Kota Salatiga), nama yang cukup tenar adalah aktor Jamal Mirdad. Suami artis Lidya Kandouw ini menjadi satu-satunya caleg Gerindra yang lolos di dapilnya.

Nama lain adalah Siswono Yudho Husodo. Mantan cawapres Amien Rais di Pilpres 2004 ini juga menjadi satu-satunya caleg Partai Golkar yang lolos Senayan dari dapil Jateng I.

Selanjutnya Ketua FPDIP Tjahjo Kumolo yang juga menjadi satu-satunya wakil moncong putih dari Jateng I.

Jateng II<\/strong>

Di Jateng II (Demak, Kudus dan Jepara), mantan Ketua PB PMII yang juga merupakan anggota FPG periode 2004-2009 Nusron Wahid menjadi 1 dari 2 wakil Golkar di Senayan. Perolehan suaranya cukup fantastis, yakni 84,82 persen dari bilangan pembagi pemilih (BPP) atau 130.542 suara. Bilangan Pembagi Pemilih (BPP)-nya adalah 1.53.905 suara.

Jateng III<\/strong>

Dari Jateng III (Pati, Rembang, Blora, Grobogan), nama Ketua DPP Golkar Firman Subagyo menjadi satu-satunya wakil Golkar di Senayan. Demikian juga Ketua DPP PKB Marwan Jafar yang mewakili sendirian partainya di Senayan.

Jateng V<\/strong>

Dari Jateng V (Kabupaten Boyolali, Klaten, Sukoharjo, dan Kota Surakarta), nama beken yang muncul adalah mantan Presiden PKS Hidayat Nurwahid. Tokoh yang di Pemilu 2004 menjadi 1 dari 2 caleg yang meraup 100 persen BPP ini kini melenggang sendirian ke Senayan tanpa teman separtai sedapil. Suaranya mencapai 106.521, selisih cukup jauh dari BPP di angka 188.131.

Nama beken lain adalah putri kesayangan Megawati, Puan Maharani. Tokoh muda yang disebut-sebut akan berpasangan dengan Prabowo dalam Pilpres 2009 ini meraup suara yang fantastis di basis banteng, yakni 242.504 suara atau 128,90 persen BPP. Sejauh ini Puan merupakan satu-satunya caleg yang meraup lebih dari 100 persen BPP.

Puan melenggang ke Senayang tidak sendirian. Di sampingnya mengiring 2 caleg, salah satunya adalah anggota FPDIP Aria Bima yang berada di posisi ketiga.

Di dapil ini, nama-nama beken lain seperti Ketua Umum DPP Gerindra Suhardi, mantan pebulu tangkis Icuk Sugiarto (PPP), artis Tamara Geraldine (PDS), dan aktivis buruh Dita Indah Sari ternyata kandas di tengah jalan.

Jateng VI<\/strong>

Di Jateng VI (Kota dan Kabupaten Magelang, Temanggung, Purworejo, dan Wonosobo), nama caleg lolos yang cukup dikenal publik adalah Ketua FPPP Lukman Hakim Saefudin dan mantan puteri Indonesia yang juga anggota dewan dari Demokrat, Angelina Sondakh.

Bila Lukman sendirian, Angelina manapaki Senayan bersama seorang rekannya. Perolehan suara Angelina cukup fantastis, yakni 145.149 atau 74,15 persen dari BPP.

Jateng VII<\/strong>

Di area yang mencakup Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Banjarnegara, dan Kabupaten Kebumen ini, caleg yang cukup ternama adalah Ganjar Pranowo. Anggota FPDIP ini melaju ke Senayan ditemani rekan separtainya yang juga cukup terkenal, yakni grand master catur Utut Adianto.

Jateng VIII<\/strong>

Di dapil Jateng VIII (Kab Banyumas dan Cilacap), mantan aktivis PRD Budiman Sudjatmiko menjadi 1 dari 2 wakil PDIP di Senayan. Dari PAN, putra tokoh reformasi Amien Rais, Ahmad Mumtaz Raiz, juga melenggang namun sendirian.

Jateng X<\/strong>

Di dapil Jateng X (Batang, Kota Pekalongan, Kab Pekalongan dan Pemalang), nama yang cukup menonjol adalah anggota FPAN Abdul Hakam Naja, Wakil Sekjen PKB Hanif Dzakiri, dan anggota FPPP Ahmad Muqowam. Ketiga orang itu melenggang sendirian tanpa kawan separtai.

DIY<\/strong>

Dari DIY, nama yang barangkali cukup dikenal publik adalah anggota FPKS Agus Purnomo dan Ketua DPD Golkar DIY Gandung Pardiman. Mungkin perlu dicatat pula anggota FPDIP Eddy Mihati dan anggota FPAN sekaligus Ketua Badan Pemenangan Pemilu PAN Totok Daryanto.

Bali<\/strong>

Di Bali, nama yang menonjol adalah Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik. Caleg Demokrat ini melangkah ke Senayan bersama seorang rekannya separtai.

Lampung I<\/strong>

Di dapil Lampung I (Bandar Lampung, Metro, Tanggamus, Pesawaran, Lamsel, Lambar), nama yang cukup dikenal Sekjen DPP Gerindra Ahmad Muzani dan Ketua FPAN Zulkifli Hasan yang masing-masing melenggang sendirian.

Sumsel II<\/strong>

Di Sumatera Selatan II (Muara Enim, Lahat, Pagaralam, Ogan Ilir, OKU Timur, dan Empat Lawang, OKU, dan OKU Selatan), ada 1 nama yang cukup tenar, yakni Dudhie Makmun Murod. Politisi Demokrat ini pernah dipanggil KPK sebagai saksi terkait kasus dugaan suap dalam pemilihan Dewan Gubernur Senior (DGS) Bank Indonesia (BI) Miranda Goeltom.
<\/span>

Sulut<\/strong>

Di dapil ini, yang agak menonjol adalah Ketua Komisi II DPR EE Mangindaan. Politisi Demokrat itu memperoleh suara cukup fantastis, yakni 130.882 atau 80,25 persen dari BPP.

Banten I<\/strong>

Dari dapil ini, nama tenar yang masuk senayan adalah pelawak Mi\\\'ing. Namun dalam Daftar Calon Tetap (DCT) caleg PDIP itu menggunakan nama aslinya, yakni Dedi Suwandi Gumelar.

Banten II<\/strong>

Di wilayah yang meliputi Kota Serang, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon ini, nama yang lumayan dikenal barangkali adalah anggota FPKS Zulkieflimansyah. Untuk tokoh lokal, mungkin perlu disebut suami Gubernur Banten Ratu Atut Choisyiah, Hikmat Tomet (Golkar).

Banten III<\/strong>

Di dapil Banten II (Kabupaten dan Kota Tangerang), nama yang cukup menonjol adalah Sekjen PPP Irgan Chairil Mahfiz, anggota FPKS Jazuli Juwaini, dan almarhum Sutradara Ginting (PDIP).
<\/span>




(sho/nwk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed