Autisme Melanda Negeri

Autisme Melanda Negeri

- detikNews
Senin, 18 Agu 2008 12:03 WIB
Autisme Melanda Negeri
Jakarta - Autisme sedang melanda negeri. Semua orang punya dunia sendiri. Orang lain tak peduli. Yang penting sejahterakan diri.

Pemimpin hobi pamerkan diri karena pilpres (pemilihan presiden) dan pilkada (pemilihan kepala daerah) menanti. Miliaran rupiah digelontori. Yang penting kemenangan dicari. Di jalan-jalan pasang foto diri, iklan koran, dan televisi. Spanduk itu, baliho ini. Tak lupa senyum kanan kiri. Dikiranya rakyat bakal simpati. Padahal muak setengah mati.

Departemen, Kementerian, Dewan, Majelis, Mahkamah, Lembaga, Badan, Komisi sibuk habiskan duit negeri. Berlipat-lipat naikkan gaji. Rapat itu bahas ini. Kunjungan ke sana tinjau ke mari. Bolak-balik ke luar negeri. Tim kelompok entah apa dikaji. Gali sana bongkar sini. Tambal sulam sudah tradisi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wakil rakyat pikirkan anak dan istri. Rancang tunjangan tinggi-tinggi. Fasilitas dinas bagai milik pribadi. Hutan dialihfungsi. Komisi yang dicari. Aliran dana BI mari nikmati.

Pelajar Mahasiswa tawuran keji. Aniaya adik sendiri. Demonstrasi dan orasi karena kuliah sering tak berisi. Dosen dan guru pada nyambi. Jadi konsultan, pejabat, atau politisi.

Pengusaha menari-nari. Untung besar mari nikmati. Hemat biaya yang dicari Biarin konsumen sekarat dan mati. Bayar pajak bisa dinegosiasi. Ada hambatan kasih komisi.

Hutan juga mereka gunduli. Istilahnya dialihfungsi. Batang-batang pohon dikebiri. Jangan lupa gratifikasi. Penegak hukum ada jatah sendiri.

Artis tampil makin berani. Kawin cerai bagaikan sikat gigi. Narkoba itulah teman sejati. Sering-sering bikin sensasi. Agar tetap diliput televisi.

Air, api, lumpur, tanah, gempa sibuk mencaci, meluluhlantakkan seisi bumi. Rakyat sibuk menangisi. Membasahi bara di hati. Agar tak lekas jadi api.

Autisme memang melanda negeri.

Hisyam Haikal
Puri Nirwana I B3 Bogor
chamwithlove@gmail.com
0817103407

(msh/msh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads