Dengan ditetapkannya partai-partai tersebut maka para calon rakyat sudah berhak untuk memulai kampanye terselubung. Mereka berlomba-lomba membuat kata-kata mutiara yang bisa menyihir hati rakyat untuk bersedia memilih mereka.
Tidak jauh berbeda dengan beberapa tokoh yang sudah maju mencalonkan diri sebagai presiden dalam Pemilu 2009 yang akan datang. Wajah-wajah mereka juga langsung memenuhi media-media. Baik media elektronik maupun media cetak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Begitu juga dengan mereka. Para calon presiden dan calon wakil rakyat. Mereka berlomba-lomba merayu seluruh rakyat Indonesia untuk berkenan memberikan suaranya untuk mereka. Miliaran rupiah yang mereka keluarkan bukanlah sebuah masalah. Akan tetapi, saat ini rakyat hanya ingin memilih calon pemimpin dan wakil rakyatnya yang benar-benar akan memperjuangkan keinginan seluruh rakyat Indonesia.
Dan untuk membuktikan apakah calon presiden dan calon wakil rakyat benar benar mengutamakan kepentingan rakyat Indonesia atau tidak. Maka saat ini rakyat menantang mereka untuk berani memegang sebuah prinsip "Jika Rakyat Lapar Biarlah Aku Orang yang Pertama Kali Merasakan Lapar".
Dan sebaliknya, "Jika Rakyatku Makmur Biarlah Aku Orang yang Terakhir Merasakan Kemakmuran Itu". Mungkin jika ada calon presiden dan calon wakil rakyat yang berani memegang prinsip tersebut rakyat akan berbondong-bondong mengangkatnya menjadi presiden dan wakil rakyat.
Karena saat ini yang terjadi adalah sebaliknya. Saat di daerah-daerah banyak anak-anak mengalami busung lapar, kelaparan, bahkan tidak sedikit dari rakyat miskin yang gara-gara tidak mampu memberikan nafkah untuk keluarganya mereka memutuskan untuk bunuh diri bersama-sama.
Belum lagi beberapa kasus anak-anak dan remaja yang bunuh diri hanya karena mereka tidak diizinkan melanjutkan sekolah karena ketidakmampuan orang tua. Dan, masih banyak cerita di daerah yang akan menguras air mata bagi orang yang mendengarnya.
Hal ini sangat berbeda sekali dengan keadaan mereka-mereka yang mengaku sebagai wakil rakyat. Para pejabat dan wakil rakyat tetap bisa menikmati fasilitas-fasilitas yang serba mewah, rumah mewah, mobil mewah, dan semua fasilitas-fasilitas yang serba mewah.
Hati nurani siapa yang akan membenarkan sebuah keadaan seperti itu? Bukankah seorang pemimpin akan merasa malu jika rakat yang seharusnya mereka perjuangkan bernasib mengenaskan. Sedangkan mereka hidup dengan serba kemewahan?
Dan, sekarang tinggal terserah mereka yang akan mencalonkan diri menjadi calon presiden dan wakil rakyat. Itulah suara rakyat yang diinginkan saat ini. Rakyat Indonesia saat ini sudah tidak membutuhkan permainan kata-kata indah bak sang pujangga dari para calon presiden dan calon wakil rakyatnya, melainkan "Bukti Nyata!"
Ari Suseno
Jl Silaban No 9 Bezy Seliling Alian
Kebumen Jawa Tengah 54352
a12i_5@rocketmail.com
085868080173
(msh/msh)











































