Matinya Partai-partai Besar

Matinya Partai-partai Besar

- detikNews
Senin, 28 Jul 2008 16:18 WIB
Matinya Partai-partai Besar
Jakarta - Hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sumatera Utara menjadi sebuah pelajaran bagi kita semua. Calon kepala daerah yang diusung oleh partai-partai besar (Partai Golkar dan PDIP) ternyata bukan jaminan bahwa sang calon kepala daerah bisa memenangi pilkada. Justru calon kepala daerah yang diusung oleh partai-partai kelas menengah ke bawah yang bisa memenangi pilkada.

Fenomena seperti ini akan membuat dampak yang sangat berarti bagi parta partai besar. Dampak itu misalnya, pertama, membuat orang per orang yang hendak mengajukan dirinya sebagai calon kepala daerah tidak akan ngotot lagi memperebutkan rekomendasi dari partai-partai besar. Mereka akan lebih koalisi partai-partai kecil yang penting bisa meloloskan dirinya dari persyaratan calon kepala daerah.

Kedua, partai-partai besar akan menjadi partai yang murah. Kekalahan yang dialami partai besar akan menurunkan pendapatan finansialnya akibatnya partai besar bisa bangkrut sebab tidak adanya dukungan dana yang kuat sementara ia membutuhkan biaya operasional yang tinggi. Partai besar selama ini mendapat setoran paling tinggi dari calon yang hendak mencari kendaraan politik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kekalahan yang menimpa partai-partai besar sebab sudah muncul kesadaran dari masyarakat akan arti penting perubahan. Kemenangan Heryawan dan Dede Yusuf dalam Pilkada Jawa Barat sebagai sebuah bukti.

Calon yang lain tentu sudah dikenal banyak orang. Bahkan masyarakat Jawa Barat siapa yang tidak kenal Danny Setiawan. Ia adalah Gubernur Jawa Barat yang ikut juga maju dalam pilkada itu. Namun, karena masyarakat ingin perubahan maka faktor-faktor itu tidak menjadi penting.

Masyarakat yakin bahwa perubahan itu akan terjadi bila yang mengusung adalah partai-partai baru. Nah, partai-partai baru itu ada di partai-partai yang saat ini bisa dikatakan partai-partai kelas menengah ke bawah. Masyarakat menilai partai-partai besar selama ini telah banyak membuat janji palsu sehingga masyarakat jera jika memilih partai itu.

Kekalahan yang akan dialami oleh partai-partai besar sepertinya akan terus terulang di beberapa daerah. Ini bisa terjadi karena pemerintahan sekarang sebagai representasi partai besar (Partai Golkar dan Jusuf Kalla) banyak membuat kekecewaan kepada masyarakat. Harapan masyarakat terjadinya perbaikan taraf hidup tidak tercapai yang ada justru sebaliknya, antri minyak, krisis pangan, krisis BBM, merupakan kejadian yang sering kita temui dalam masa-masa ini.

Tak heran bila kekalahan yang banyak dialami oleh Partai Golkar membuat kegelisahan dan kekhawatiran di antara pengurus dan kader partai itu. Entah siapa yang akan disalahkan akibat dari kekalahan yang bertubi-tubi itu. Hal ini menyebabkan kekhawatiran kekalahan yang akan lebih besar di Pemilu 2009.

Ardi Winangun
Jl Kendal Menteng Jakarta Pusat
ardi_winangun@yahoo.com
08159052503

Penulis adalah Pengurus Presidium Nasional Masika ICMI.


(msh/msh)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads