Pemilu 2009: Sentuhlah Hati Para Ibu

Pemilu 2009: Sentuhlah Hati Para Ibu

- detikNews
Jumat, 25 Jul 2008 16:20 WIB
Pemilu 2009: Sentuhlah Hati Para Ibu
Jakarta - Semakin panasnya suhu pertarungan menuju kursi Presiden 2009 setiap kelompok pengusung calon presiden (capres) berlomba-lomba berkampanye untuk menembak segmen konstituennya. Salah satu pola pemilihan segmen adalah berdasarkan gender.

Pola ini kerap dilupakan oleh berbagai analis dan praktisi. Padahal pengaruh gender ini sangat signifikan dalam melihat perilaku pemilih.

Di Indonesia jumlah pemilih perempuan lebih banyak daripada lelaki. Oleh sebab itu meremehkan suara perempuan sama saja menunggu kekalahan dalam berpolitik. Jika melihat lebih dalam lagi populasi perempuan yang cukup banyak adalah para ibu yang sangat menentukan popularitas seorang tokoh. Bahkan opini publik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kita masih ingat bagaimana benci dan marahnya ibu-ibu saat mengetahui ustadz pujaan mereka, Aa Gym, menikah lagi dengan janda muda, Elfarini. Popularitas Aa Gym langsung anjlok. Media enggan untuk menampilkan Aa Gym sebagai penceramah lagi.

Publik malah bersimpati dengan Teh Ninih, istri pertama Aa Gym yang dipoligami. Walaupun karir dakwahnya masih terus berjalan namun sebagai public figure, popularitas ustadz asal Bandung ini belum kembali seperti semula.

Jika seorang tokoh mampu merebut simpati para ibu otomatis popularitasnya cepat menjulang. Kita dapat melihat figur Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat pencalonan Presiden 2004. Dengan wajah ganteng dan karakter yang berwibawa SBY menyihir para ibu untuk mengaguminya. Walaupun ia dari partai kecil lelaki asal Pacitan ini mampu meraih tingkat popularitas yang tinggi untuk membawanya menjadi Presiden RI.

Seorang tokoh yang cukup dikagumi ibu-ibu sekarang adalah Yusril Ihza Mahendra karena wajah gantengnya. Namun, di sisi kehidupan pribadinya ia menceraikan Kessi Sukaesih dan menikah lagi dengan Rika Tolentino Kato, perempuan Filipina yang berdarah Jepang.

Tentu, sebagai sesama perempuan para ibu akan lebih bersimpati kepada istri
pertama Yusril yang disakiti. Sulit bagi politisi asal Sumatera ini untuk mendapat banyak suara dari ibu-ibu.

Hingga kini kita harus menyadari realitas politik di Indonesia yaitu lebih banyak pemilih yang tidak rasional. Faktor emosi lebih penting daripada intelektualitas. Jika partai politik ingin calonnya mendapat banyak dukungan publik sifat kampanye mereka harus dapat menyentuh emosi atau hati rakyat.

Kelompok ibu-ibu merupakan entitas politik yang tidak dapat diremehkan. Jika mereka berkelompok sangat solid. Kita dapat melihatnya di lingkungan rumah, sosial, dan di kantor atau pekerjaan. Bergosip adalah ciri khas utama perilaku politik (political behaviour) mereka. Jika ada satu orang dibenci oleh seorang ibu maka para ibu lainnya akan mudah membenci juga. Begitu pun sebaliknya.

Jadi, bagi para politisi atau tokoh yang ingin menjadi Presiden RI tidak hanya cukup menghormati ibu mereka sendiri. Namun, harus pula menghormati  ibu-ibu di seluruh tanah air. Rebutlah simpati para ibu dengan kampanye yang dapat menyentuh hati mereka. Seperti lagu "Rahasia Wanita" yang dilantunkan oleh Ari Lasso,

Sentuhlah ia tepat di hatinya
Dia kan jadi milikmu selamanya ...


Beta Perkasa
Kavling Rambutan No 45 RT 2 RW 3
Kecamatan Ciracas Jakarta Timur 13830
b_perkasaugm@yahoo.com
081905872525


(msh/msh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads