Walaupun sudah bermiliar-miliar dana yang digelontorkan oleh pasangan calon tapi tak bisa menekan jumlah orang untuk golput. Mengapa demikian? Mengapa sebagian masyarakat cenderung untuk golput.
Barangkali masyarakat sekarang tidak lagi bodoh. Masyarakat cenderung berfikir yang kongkrit-kongkrit saja. Mereka butuh jalan-jalan yang mulus. Mereka butuh harga barang yang tidak terus meroket. Mereka tidak lagi tergiur dengan kata pembela wong cilik, meningkatkan kesejahteraan, dan lain sebagainya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mungkin inilah pelajaran bagi para politisi baru bahwa membangun kepercayaan itu sudah dimulai saat mereka menjejakkan kaki di dunia politik. Jangan hanya pada saat ingin mencalonkan diri jadi bupati atau gubernur baru mau turun ke pasar, turun ke perkampungan nelayan, panti jompo, dan lain sebagainya yang intinya Cuma cari perhatian.
Bagaimana peran pemerintah melihat hal ini. Bagaimana menghadapi pemilihan presiden (pilpres) 2009 nanti dengan fenomena yang ada di daerah seperti ini. Inilah saatnya membangun kepercayaan publik akan berdemokrasi.
Terutama di sini adalah peran media bagaimana media bisa memberikan stigma di masyarakat bahwa politisi bukan hanya bisa korupsi. Justru di dalam diri seseorang yang berani terjun di dunia politik ada jiwa kepemimpinan. Ada jiwa mengangkat martabat daerah atau Negara.
Jadi mengapa golput. Ayo kita memilih pemimpin yang bisa mengangkat bangsa ini ke arah kemajuan. Tunjukkan bangsa ini masih punya taring.
Fahrul Ridha
Jl Arjuna RT 007 No 48
Kelurahan Muara Rapak Balikpapan
ridha_f@plasa.com
08125527393
(msh/msh)











































