Sepatutnya KPU meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait pengamanan nasional sehingga dapat memberdayakan diri pada pra, sedang, dan pasca pemilu
2009.
Dana Rp 2 triliun itu adalah nilai yang amat besar jumlahnya dan menggunakan uang rakyat pula. Saat pemilu 2004 yang khawatir akan adanya pemilu berdarah darah adalah pihak asing. Namun, amat menakjubkan. Ternyata bangsa kita adalah bangsa yang tertib dan sangat siap berdemokrasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para pemimpin parpol harus benar-benar menjalankan fungsi pendidikan dan sosialisasi politik yang benar. Agar anggota dan simpatisan masing-masing parpolnya siap menerima kalah dan menang.
Saya kira tanggung jawab keamanan utama harus dimulai dari diri para pemiminย parpol --kontenstan pemilu untuk mendidik simpatisan anggotanya agar benar-benar memahami arti nilai-bilai demokrasi. Salah satunya siap kalah dan siap menang dalam pemilu.
Pemilu yang rusuh menjadi bukti nyata bahwa sebuah bangsa belum siap menyandang gelar negara demokratis dan menjadi cermin kegagalan para pemimpin parpol pada semua tingkatan. Akhirnya saya ingin mengimbau agar KPU tidak terkesan ikut memancing di air keruh, dengan menciptakan prediksi menggunakan kata isu rusuh sehingga menjadi alasan pembenaran pengajuan anggaran keamanan yang berlebihan.
Sahat Sitorus
Jl Bambu Duri 3 Jakarta Timur
sahatsitorus@yahoo.com
0817724949
(msh/msh)











































