Bagi masyarakat awam mungkin menganggap tindakan KPK dalam menangkap tangan koruptor adalah tindakan heroik. Yaitu kekaguman di tengah kemurungan nasib rakyat yang diabaikan para pejabat tersebut.
Fenomena ini bisa jadi serupa maraknya artis dangdut yang bergoyang seronok. Padahal membawakan lagu-lagu berlirik muram. Dalam satu pertunjukan musik dangdut lagu patah hati biasa dibawakan dengan suka cita sehingga penonton akhirnya tak lagi memedulikan isi lagu. Namun, lebih memperhatikan goyangan si penyanyi. Penonton terpuaskan bukan oleh keindahan lagu. Namun, aksi erotis ala goyang ngebor atau patah-patah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Publik bahkan moralis memang mengecam aksi ini. Namun, bagi penikmat 'goyang erotis' dalam hal ini para penyuap dan makelar peradilan ini adalah kesempatan untuk memuaskan diri agar terbebas dari jeratan hukum.
Pornoaksi yang dipertontonkan anggota dewan dan pejabat Kejaksaan Agung mungkin yang terburuk dalam sejarah Indonesia. Publik dibuat muak dan miris menyaksikan bahwa ternyata negeri ini dikelola oleh orang-orang yang tidak tahu malu.
Iwan Fals dulu mengisahkan korupsi hanya terjadi di bawah meja kantor. Namun, kini korupsi dan penyuapan justru terjadi di ruang publik seperti hotel berbintang, mal, dan perumahan.
Lebih dari itu korupsi juga dilakukan secara berjamaah. Rakyat yang mengamati melalui kaca mata media setiap hari disuguhi penangkapan 'jamaah' pejabat yang terjerat kasus korupsi. Dalam kasus suap dana pengalihan fungsi hutan lindung, Al Amin Nasution ditangkap bersama sekretarisnya, Sekda Kabupaten Bintan, dan beberapa orang lainnya.
Juga penangkapan Jaksa Urip Tri Gunawan dengan Artalyta Suryani sebagai pihak penyuap. Belum lagi penangkapan Bulyan Royan yang menyertakan istrinya dalam mengambil uang suap di teras Plaza Senayan.
Dalam kasus-kasus di atas publik tidak hanya disuguhi 'goyangan erotis' koruptor di layar kaca. Namun, mereka bisa sewaktu-waktu menyaksikannya secara live di ruang-ruang publik.
Perbuatan memalukan ini harus dihentikan. KPK dengan tetap memegang etika profesionalisme tak boleh surut oleh keadaan. Rakyat berharap koruptor kelas "kakap" juga segera ditangkap.
Azmi Faiqoh
Jl Mampang Prapatan 6/66Β Jakarta Selatan
she_ieie@yahoo.com
08165405963
(msh/msh)











































