Pengrusakan di mana-mana, rusuh, dan caci maki sudah biasa ditampilkan di layar kaca. Ada apa dengan bangsa ini.
Saya mengasumsikan dan mengkorelasikan beberapa kegiatan sepertinya "sudah biasa" terjadi. Demo rusuh, politik rusuh, pilkada rusuh. Seharusnya ini tidak perlu terjadi jika memang sama-sama berfikir ke depannya apa impact yang akan kita hadapi bersama dengan semua yang telah kita lakukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk semua unsur yang terlibat dalam kehidupan bangsa ini seharusnya kita bisa dan kita mampu untuk membangun pondasi persaudaraan yang kuat untuk masa depan yang lebih cerah. Apa kita tidak malu dengan generasi sebelumnya. Dengan keadaan yang serba terbatas mereka bisa menegakkan satu pondasi bangsa dan berdiri merdeka.
Saya lihat mahasiswa demo ujung-ujungnya rusuh. Perlu disadari juga mahasiswa adalah penerus bangsa dan saya yakin sebagian besar pejabat sekarang hamper 90% adalah mahasiswa dulunya. Dan yang menjadi pertanyaan apakah nanti jika anda mahasiswa yang demo sekarang jadi pejabat. Akan bisa ingat dengan kerasnya protes yang anda lakukan, jawablah sendiri.
Cobalah sama-sama menahan diri untuk tidak merugikan orang lain dengan tindakan anda yang anda lakukan di tempat umum. Demo boleh asal tahu apa yang bisa dihasilkan dengan hal itu. Kalau hasilnya hanya akan membuat keributan lebih baik tidak. Hal ini bisa dilakukan dengan syarat demo dilakukan untuk hal-hal yang luar biasa dan untuk kepentingan rakyat.
Dan pemerintah sebagai penyelenggara negara juga mendengar dan memberikan solusi apa yang membuat rakyat tidak puas. Kalau sekarang saya lihat demo adalah hal biasa dengan alasan demokrasi tapi ujung-ujungnya merugikan. Cobalah mengerti tidak semua keinginan kita bisa diwujudkan karena banyak kepentingan orang lain juga banyak yang harus didahulukan,
Novri Yurisman
Jakarta Utara
nofree_spyco@yahoo.com
+6281386264381 (msh/msh)











































