Melihat demonstrasi mahasiswa akhir-akhir ini saya teringat peristiwa Tian An Men China tahun 1989 yang menewaskan banyak mahasiswa yang berdemonstrasi. Setelah peristiwa tersebut boleh dibilang di China tidak ada lagi demonstrasi selama hampir dua dekade atau 20 tahun. Bila ada demonstrasi pun itu di wilayah Tibet dan hanya akhir-akhir ini saja karena diprovokasi oleh negara barat.
Setelah peristiwa 1989 tersebut Pemerintahan China dapat menjalankan kebijaksanaannya dengan aman dan tenang. Dan lihatlah hasilnya. China menjadi negara super power di Asia maupun di dunia. Disegani Amerika. Devisa yang mencapai US300 miliar. Nilai ekspor dan angka kemakmuran meningkat pesat.
Tahun 1989 bila kita mengunjungi China orang Indonesia bisa menyombongkan diri. Tahun 2008, kita mengunjungi China, dipandang terbelakang dan miskin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tugas mahasiswa itu belajar bukan mengurusi negara. Pemerintah takut sama mahasiswa pemerintahan lemah tidak berwibawa. Seperti Indonesia ini kini memerlukan seorang pemimpin tangan besi seperti China dan Rusia. Rusia di tangan Vladimir Putin maju pesat karena memimpin dengan tangan besi.
Semua pemerintahan baik dari negara mana pun pasti sudah memikirkan apa yang terbaik bagi negaranya. Tidak ada satu pun pemerintahan yang ingin negaranya makin miskin. Camkan itu wahai mahasiswa!
Purwanto
Arif Rahman Hakim 13 Surabaya
spbupertamina@yahoo.com
03170013556
Foto: Para mahasiswa membakar sejumlah ban bekas di tengah jalur lambat Jalan Sudirman Jakarta (detikcom/nala edwin).
(msh/msh)











































